Hari Revolusi Pangan Diisi Edukasi Makanan Sehat

GlobalNews, Jakarta: Para pencinta kuliner sepertinya
harus lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Pasalnya, makanan
yang mulai banyak dan berkembang saat ini banyak mengandung zat negatif
terhadap badan seseorang ketika memakannya. Misalnya, kolesterol dan zat
negatif lainnya dari junk food atau makanan siap saji di restoran asing.

Dalam perayaan Food Revolution Day atau Hari Revolusi Pangan
Dunia, masyarakat Indonesia diimbau lebih meningkatkan konsumsi makanan
sehat saban hari. Terlebih juga harus mengenal dan sering mengonsumsi
makanan khas Indonesia dari setiap daerah di Tanah Air.

"Sebenarnya ini lebih peningkatan kepedulian tentang makanan Indonesia
khususnya makanan tradisional yang sehat dalam arti kata keamanannya dan
tidak terkena bakteri dan lain-lain. Serta, supaya anak-anak Indonesia
juga tahu bahwa makanan indonesia juga sehat karena banyak mengandung
rempah-rempah alami," kata Amanda Katily selaku Ketua Omar Niode
Foundation yang merupakan penyelenggara Food Revolution Day di
Indonesia, Jakarta, Sabtu (19/5).

Selain itu, imbuh Amanda, masyarakat Indonesia bisa lebih mengenal
makanan khasnya yang merupakan bagian dari budaya Indonesia. Dengan
demikian, budaya Indonesia bisa lebih terjaga melalui kuliner khasnya.

"Tidak masalah kita lebih suka makanan Barat, tapi kita juga harus kenal makanan Indonesia karena sekarang ini seolah-olah gaya gitu ya kalo makan-makanan Barat atau impor. Nggak masalah kita makan-makanan seperti spageti dan steak tapi juga tidak boleh melupakan makan makanan Indonesia," tuturnya.

Food Revolution Day digelar di seluruh dunia yang diadakan serentak di
600 kota di hampir di seluruh negara. Dengan begitu, perayaan Food
Revolution Day di Indonesia juga menampilkan makanan atau kuliner khas
setiap daerah dan wilayah di Indonesia. Ini bertujuan pula sebagai
bentuk mempromosikan kuliner khas Indonesia di seluruh dunia.

"Tapi itu balik lagi ke basic dengan makan-makanan yang sehat
dan lokal. Dan, kita harus tahu bahwa makanan yang kita makan ini
berasal dari mana. Jadi ini bagian dalam peningkatan kepedulian. Di sini
kita juga menampilkan makanan khas di setiap daerah seperti kerak telor
dari betawi dan lain sebagainya," ucapnya.

Hari Revolusi Pangan Dunia turut dimeriahkan Helianti Hilman dari
Javara. Termasuk Alessandra Khadijah Usman, selaku Putri Indonesia
Pariwisata. Tak tertinggal, executive chef Vindex Tengker dan aktor Surya Saputra serta penyanyi Cynthia Lamusu.(ANS)

 
http://kesehatan.liputan6.com/read/402991/hari-revolusi-pangan-diisi-edukasi-makanan-sehat
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *