Mulyadi CS, Komplotan Spesialis Rumah Kosong di Ringkus Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya

26 views

Surabaya, JA-Pos News – Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya meringkus spesialis bobol brankas dan rumah kosong dari penyelidikan yang matang, Anggota Resmob mengidentifikasi pelaku komplotan ini berkat rekaman CCTV yang diamankan di beberapa TKP (tempat kejadian perkara)

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran menjelaskan, anggota Resmob langsung bergerak melakukan olah TKP kejadian dan penyelidikan setelah menerima laporan kejadian, termasuk mempelajari rekaman CCTV. Bahkan, satu dari 5 anggota komplotan ini, Mulyadi, meregang nyawa setelah ditembak polisi. “Tersangka Mulyadi kami tembak dan meninggal saat perjalanan menuju rumah sakit. Dia melawan pakai senjata tajam.”

“Rekaman CCTV sangat membantu untuk pengungkapan terhadap kelompok ini. Memang sepesialisnya rumah kosong yang ada brankasnya,” sebut Sudamiran di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (6/4/2018).

Sudamiran menuturkan, Mulyadi yang berasal dari Duren Sawit – Jakarta merupakan otak dari komplotan ini. Kelompok Mulyadi CS ini merupakan spesialis bobol rumah kosong dan brankas. Dalam beraksi, para pelaku melakukan pengintaian terhadap rumah-rumah kosong.

Selain Mulyadi, empat anggota komplotan lain yang turut diringkus adalah Budi Sangos asal Ambarawa-Semarang, Siyam asal Banjarnegara-Jateng, Daryono asal Kebagusan Pasar Minggu-Jakarta Selatan dan Kimas Muhammad asal Tambak Rejo-Waru Sidoarjo.

Komplotan ini ditangkap di beberapa tempat persembunyian. “Ada yang ditangkap di Jakarta, Banjarnegara Jateng, Waru Sidoarjo dan terakhir Mulyadi ditangkap di Osowilangun Surabaya, Kamis (5/4/2018),” kata Sudamiran di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (6/4/2018).

Sudamiran menegaskan, para pelaku sedikitnya sudah beraksi di delapan TKP di wilayah Surabaya sejak Februari 2018 lalu. Setiap aksinya, komplotan ini menggunakan mobil untuk berkeliling mencari sasaran. Mobil yang dibawa juga dipakai sebagai alat mengangkut hasil curian. Masing-masing pelaku juga punya peran yang berbeda. Ada sebagai eksekutor, penyedia saranan mobil dan pengepul barang curian.

“Jika sudah dipastikan rumah kosong, pelaku memotong gembok dan mencongkel pintu. Selanjutnya mengambil barang-barang, terutama brankas,” dalam menjalankan aksi, pelaku ini juga tidak segan-segan melukai korban jika melawan,” tutur Sudamiran.

Selama Februari-Maret 2018 ini, komplotan Mulyadi CS beraksi di delapan TKP di Surabaya. “Delapan TKP ini di Surabaya dan sekitarnya saja, kami masih mengembangkan kasus ini. Tak tertutup kemungkinan melakukan di lokasi lainnya,” cetus Sudamiran. (Eko Hidayat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *