Perampokan Sadis di Gondanglegi, 3 Perempuan Ditemukan Bersimbah Darah

Malang, JA-Pos News – Dugaan perampokan disertai pembunuhan terjadi di Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim). Peristiwa terjadi pada Rabu (18/4) malam. Korban tidak hanya satu orang. Melainkan tiga perempuan. Mereka ditemukan bersimbah darah di dalam rumah.

Salah satu korban bernama Hj Siti Khotidjah yang merupakan pemilik rumah. Perempuan berusia 70 tahun itu mengembuskan napas terakhir saat dalam perawatan di RSI Gondanglegi.

Berdasarkan informasi yang diterima, Siti menderita luka sabetan benda tajam di kepala. Kulit tangan mengelupas dan bibir memar. Korban juga mengalami luka di kaki kiri. “Diduga perampokan disertai pembunuhan,” kata sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sedangkan dua korban lainnya adalah pembantu dan anaknya. Yakni, Asih, 48, dan Rodiah, 9. Mereka juga mengalami luka akibat sabetan benda tajam. Keduanya dilarikan ke RSSA Malang dan masih mendapatkan perawatan intensif.

Salah satu saksi dalam kejadian ini adalah Marjuki, 45. Dia mengaku awalnya menerima telepon dari Evi, 17, yang merupakan anak Asih lainnya. “Dia bilang, emak kaliyan mbah getihen. Ndang mrene o (Ibu dan nenek berdarah. Lekas ke sini),” ucap cucu Siti menirukan omongan Evi, Kamis (19/4).

Marjuki lantas ke rumah korban. Dia melihat Asih tergeletak di depan TV. Sedangkan Siti berada di kamar. Korban kemudian dibawah ke RSI Gondanglegi.

Ditanya apakah ada barang yang hilang, Marjuki tidak mengetahuinya. Marjuki lalu menceritakan bahwa tidak menyangka ada kejadian tersebut. Sebab, ia sempat melewati perempatan Jalan Kenongo, lokasi kejadian.

Rabu sore, masih tampak ramai aktivitas seperti biasa. Evi masih bekerja di toko atau tempat fotokopi di Pasar Gondanglegi. “Saya sempat beli materai. Lalu lewat di perempatan. Masih ramai tadi. Baru tahu setelah ditelepon Evi ada kejadian itu,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Gondanglegi Kompol Mas Akhmad Sujalmo menjelaskan, pihaknya masih memburu orang yang diduga menjadi pelaku pembunuhan. Mengenai motif pembunuhan, dia masih belum banyak berkomentar. “Saya masih mengejar pelaku. Nanti jika sudah A1 baru bisa menyampaikan,” tegasnya. (*team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *