Petik Laut Warga Pesisir Dharma Camplong Tradisi Ngalap Berkah Para Nelayan

Sampang, JA-Pos News –Sebagai wujud dalam bentuk syukur kepada sang pencipta, masyarakat pesisir Dharma Camplong melaksanakan agenda tahunan yang digelar dalam acara petik laut pada hari Jumat (20-04-2018).

Tradisi tinggalan nenek moyang ini mempercayai acara petik laut ini menjadi pembersih malapetaka dan diberkati ketika melaut nanti.

Acara tersebut (petik laut) sangatlah meriah terlaksana. Terbukti antusias warga pesisir bersama-sama mengikuti pawai sepanjang jalan raya Camplong mulai dari TPI Selabeyen, lengser sampai sebelah barat pasar Camplong (tepi pantai).

Saat ini petik laut tak hanya sekedar tradisi, tapi juga bisa jadi wahana pariwisata. Petik laut yang merupakan bagian dari atraksi budaya memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Petik laut adalah warisan budaya yang telah berlangsung sejak lama. Tradisi yang dikemas dengan baik tanpa mengurangi makna dan ritual di dalamnya, dapat menjadi atraksi budaya yang menarik.”

Acara tersebut di mulai pada pukul 13.00 WIB yang juga dihibur oleh tarian-tarian tradisional dengan musik pengiring tradisional.

Kepala Desa Dharma Camplong, M. Amin menyampaikan banyak-banyak terima kasih kepada M. Yusuf selaku Karang Taruna dan juga sebagai koordinator berlangsungnya acara ini serta semua lapisan masyarakat pesisir yg sudah bersama-sama melestarikan acara ini.

Saya juga bangga kepada warga khususnya bagian pesisir, lanjut Amin, yang selama ini tetap berkomitmen melestarikan budaya leluhur kita “petik laut” dengan harapan semoga kedepannya keselamatan menyertai setiap nelayan serta memperoleh hasil yang melimpah.

Sementara salah satu warga menyampaikan saat di temui awak media, merasa bangga kepada Kades Camplong, yang telah memberikan respon positif kepada kami selaku warga pesisir untuk melaksanakan acara ini.

“Kegiatan patut terus dipertahankan, sebagai karakter budaya.”

Pihaknya berharap rangkaian acara kegiatan tersebut bisa memberikan berkah dan manfaat bagi masyarakat.

“Menurutnya, dengan petik laut tersebut diharapkan mampu menjadikan desa yang nyaman, aman, damai, temtram dan sejahtera. Juga bagi yang nelayan, hasil tangkapannya bisa melimpah,” imbuhnya.

Masalahnya ditahun – tahun sebelumnya kepala desanya tidak membuat acara tasyakuran semeriah ini.

Ada salah satu warga pesisir yang kesurupan, tapi anehnya setelah warga setempat berinisiatif dengan sumbangan antar warga guna membeli kepala sapi, pada hari itu juga salah satu warga yang kesurupan sadar seperti sedia kala, paparnya. (Jal/metro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *