Penuturan Orangtua Bocah TK Korban Perkosaan, Serta Kecemasan Warga Mojokerto

Mojokerto, JA-Pos News –Seorang bocah Taman Kanak-anak diperkosa pria tak dikenal di rumah kosong persis samping Masjid Miftahul Huda, Dusun Mengelo Tengah, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Saat ditemui di rumahnya, ibu korban, Suwanti menceritakan, ia menemukan anaknya di jalan dengan kondisi wajah memar serta pori-pori kulit muncul bintik-bintik merah. “Mata yang putih ada pembekuan darah, dia berjalan sambil nangis,” ungkapnya, Jumat (4/5/2018).

Masih kata Suwanti, ia memperkiran petaka yang menimpa putrinya terjadi sekira pukul 09.00 WIB lebih karena ia menemukan di jalan sekira pukul 09.40 WIB. Ia kemudian mencoba menanyai anaknya kenapa sampai menangis dengan kondisi seperti itu.

“Saya tanya, apa dipukul atau ditampar. Katanya dia dicekik dan tidak bisa minta tolong kemudian disuruh pulang. Mulio kono bilang e gitu (pulang sana bilangnya begitu). Memang kemarin itu, dia pulang lebih awal karena ada rapat dan tidak ada yang kasih tahu saya sehingga saya belum jemput,” katanya.

Suwanti menuturkan, wali murid diberitahu lewat WhatsAapp (WA) jika pulang lebih pagi, namun karena ia tidak menggunakan WA sehingga tidak tahu. Korban pulang sekolah bareng teman=temannya.

“Tapi temannya sudah belok ke gang rumahnya sehingga dia berjalan sendiri pulang. Kemudian ketemu pelaku, dia diajak dan ditarik. Anak saya tidak mau tapi karena digendong sambil dicekik sehingga dia tidak bisa minta tolong. Kemudian dibawa ke kamar mandi masjid,” ujarnya.

Suwanti melanjutkan, setelah mendapatkan cerita dari sang anak, ia langsung membawa korban ke lokasi dan meminta menceritakan semua. Suwanti tak menduga jika putrinya menjadi korban perkosaan di rumah kosong itu.

“Saya kembalikan ke lokasi tapi dia langsung memeluk saya, Dia tidak mau lihat lokasi. Dia minta pulang dan minta lapor polisi. Saya tidak punya pikiran kesana, pikiran saya diculik tapi kok dibalikin. Saya tanya lagi setelah dibawa ke kamar mandi diapakan, katanya semua bajunya dilepas pelaku,” tuturnya.

Dalam keadaan telanjang, korban dimandikan pelaku dan aksi bejat tersebut terjadi. Setelah puas, pelaku kembali memakaikan baju korban dan memintanya pulang. Sementara pelaku ke parkiran mengambil sepeda motor matic warna merah dan pergi.

Kemudian, lanjut Suwanti, perangkat desa mengajak anaknya kembali ke lokasi bersama sejumlah petugas kepolisian. Korban diminta menceritakan semua kejadian yang baru saja menimpanya. Dari keterangan korban, pelaku tidak terlalu tua maupun muda.

“Umurnya sekitar 30 ke atas. Setelah itu anak saya diiajak ke Polres sama pak lurah dan divisum. Wajah masih gosong karena dia juga cerita dibekap pelaku. Padahal dia sudah bilang sakit tapi tangannya tidak dilepas oleh pelaku. Katanya om-nya jahat, saya tidak mau sakit tapi diteruskan,” urainya.

Sementara ayah korban yang bekerja di Surabaya diminta pulang cepat, namun ia tak menceritakan yang sesungguhnya. Saat pulang, tegas Suwanti, ayahnya marah dan hendak mengobrak-abrik lokasi kejadian namun dilarang warga.

Menurut Suwanti, pelaku sudah sering ke masjid tersebut karena bisa masuk dengan mudah. Suwanti menuturkan, masjid tersebut milik kelompok tertentu sehingga tidak semua masyarakat bisa masuk. Pihak sekolah tempat anaknya bersekolah juga sudah datang ke rumahnya untuk minta maaf.

Sedangkan Yulia, warga yang tinggal di sekitar lokasi pemerkosaan mengaku, kejadian ini membuatnya mencemaskan anak perempuannya yang kini masih sekolah kelas 1 SD. Dia mengatakan, setelah kejadian ini tak akan membiarkan anaknya itu berangkat dan pulang sekolah sendirian.

“Baiknya itu ya di tunggu disekolah lebih awal ketika menjemput biar aman,” ujarnya.

Masih kata dia, belajar dari musibah ini, Yulia mulai lebih meningkatkan kewaspadaannya sekaligus memberikan edukasi pada anaknya supaya jangan mudah percaya sama orang yang baru dikenalnya.

“Kita harus memberikan pengetahuan pada anak agar bersikap hati-hati. Pokoknya, jangan sendirian jalan kalau bisa harus ada temannya,” jelasnya.

Orang tua korban meminta pada polisi Polres Mojokerto untuk menangkap pelaku dan dihukum seberat-beratnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *