Sedekah Bumi Dusun Jelbak – Mojosari – Driyorejo Sangat meriah

Gresik, JA-Pos News – Setiap daerah di wilayah Kabupaten Gresik memiliki adat istiadat tersendiri, berbagai macam upacara dan kegiatan dilakukan untuk memperingatinya. Budaya nusantara di Indonesia ini masih kental, walau kini perlahan terkikis oleh era modern. Masih terasa tradisi budayanya, yang mensyukuri atas hasil bumi yang melimpah dengan kegiatan yang biasa kita sebut Sedekah Bumi (Ruwatan Bumi) atau dalam bahasa jawa Tegal Desa (Tegal Deso). Tegal Desa atau tegal Deso di Dusun Jelbak RT 06 Rw 02 Desa Mojosari Rejo Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik seperti acara syukuran pada umumnya, yaitu membuat makanan dari hasil panen dan dibagikan pada orang-orang yang mereka kenal, seperti saudara, tetangga, hingga kerabat lain.

Menurut Nur Hadi (Gundul), Sabtu (12/05/2018), Tradisi ini untuk berterima kasih, bersyukur atas berkah yang diberikan oleh tuhan yang maha esa berupa hasil bumi yang memakmurkan masyarakat. “Kegiatan Tegal Deso diisi berbagai acara, seperti membawa bucet (tumpeng) dan buah buahan yang dikemas semeriah mungkin.”

Tradisi ini bagi masyarakat penganut kepercayaan tertentu dianggap sebagai sarana untuk mendapatkan keselamatan agar orang terbebas dari segala macam kesialan hidup dan nasib buruk. Bagi yang percaya, ruwatan adalah sebuah upaya membersihkan diri dari sengkala dan sukerta (dosa dan sial) akibat perbuatan jahat diri sendiri, orang lain maupun akibat gangguan mahluk halus, terang Gundul.

Silih bergantinya waktu dan pemahaman manusia serta toleransi diantara warga masyarakat menjadikan sedekah bumi tetap eksis menjaga tradisi. Sedekah bumi yang merupakan wujud syukur kepada Tuhan mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai tempat silaturahmi dan berkumpul warga, tidak setiap waktu bahkan diri kita mampu untuk berinteraksi terhadap seluruh warga desa. Baik karena kesibukan ataupun karena keterbatasan waktu dan tempat, imbuh Nur Hadi yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur dimedia ini.

Lanjut Gundul, Melalui acara sedekah bumi ini menjadi ajang silaturahmi, “Tasyakuran atau sedekah bumi di Dusun Jelbak RT 06 Rw 02 Desa Mojosari Rejo Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik untuk mewujudkan rasa syukur dan taqwa kepada Allah SWT dan sarana mempersatu semua warga menuju Dusun Jelbak yang lebih baik.” berbagi cerita dan pengalaman serta dapat menambah harmonisasi tatanan kehidupan warga. Berbagi Rejeki melalui makanan, setiap warga tentu tidak sama baik tingkat ekonomi maupun gaya hidupnya. Disinilah terjadi peleburan karena tidak membedakan status dan tinggi rendahnya ekonomi seseorang. Setiap warga membawa makanan dan dapat bertukar dengan makanan lainnya. Dan tidak ada makanan yang mubah atau sia-sia karena makanan-makanan itu di bagikan kepada warga.

Menghargai leluhur, inilah yang seringkali lupa “tambah Gundul”. Dengan mengenal tradisi sedekah bumi maka kita secara tidak langsung berupaya untuk menghargai ide dan gagasan para leluhur, bukannya sebaliknya yang mengajarkan kemungkaran, kerusakan ataupun ketidak tenangan di bumi nusantara. Sedekah bumi ada dan akan tetap di jaga dari generasi tua hingga muda. Keberadaanya mampu menjadi spirit warga untuk tetap bekerja dan berkarya. Melalui tanda syukur menjadikan manusia ingat atas keterbatasan kemampuannya serta makin taat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, tetap semangat dan teruslah berkarya. (Eko Hidayat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *