5 Begal di Tuban, 3 DPO, 1 Diringkus dan 1 Pelaku Tembak Mati

8 views

Tuban, JA-Pos News – Satu pelaku begal truk telah ditembak mati sementara satu pelaku lainnya diamankan. Kasus pencurian truk ini ternyata dilakukan lima pelaku di Pantai Boom Tuban, Sopir truk dibuang.

Pencurian truk ini terjadi Senin (23/7) sekitar pukul 19.00. Setelah sopir melapor, dimulailah pengejaran. Polisi mendeteksi dua pelaku kabur menggunakan truk curian bernopol S 8679 HH dan tiga pelaku lainnya menggunakan mobil.

Sayangnya hanya truk yang akhirnya terdeteksi lebih lanjut. Sementara mobil yang ditumpangi tiga pelaku tak terlacak. Truk tersebut terdeteksi kabur ke arah Lamongan menuju Gresik.

Aksi kejar-kejaran akhirnya terjadi karena pelaku diperingatkan tidak berhenti. Polres Tuban akhirnya berkoordinasi dengan Polres Lamongan dan Gresik hingga akhirnya dilakukan penghadangan.

“Keberhasilan ini berkat kolaborasi dari tim Jatanras jajaran polres di Polda Jatim. Agar TO tidak kabur, jadi teman Jatanras Tuban koordinasi dengan Lamongan dan Gresik. Kami yang kejar, Lamongan dan Gresik yang melakukan penghadangan,” ujar Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono kepada wartawan, Selasa (24/7/2018).

Dengan sigap, terukur dan terarah akhirnya dilakukan polisi karena diperingatkan dua kali tidak berhenti. Pelaku yang mengemudikan truk ditembak dari arah depan kaca truk hingga pelaku tewas terkena peluru di bagian perut.

Dari barang bukti dan identitas para pelaku yang didapat dari TKP, satu orang yang masih hidup bernama Sahat Maruli Siahaan (35) warga Sambi Arum Lor, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya dan satu pelaku tewas adalah Deddy Marihot Simanjutak.

“Teman-teman Jatanras akhirnya ambil tindakan karena diperingatkan tidak berhenti. satu pelaku tewas dan satu tertangkap, tiga masih dikejar,” jelas Nanang.

Dari pelaku, polisi mengamankan satu unit truk, dua pedang, berbagai kartu ATM, HP, tas berisi berkas dan kartu sebuah perusahaan pembiayaan yang diduga palsu.

“Pengakuan pelaku baru satu kali melakukan kejahatan. Tetapi menurut laporan, para pelaku ini kerap beraksi tak hanya di jalur pantura Jatim, tetapi juga jalur Pantura di Jateng” tandas Nanang.

sumber : detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *