Bibir Kawah Ijen di Hiasi Merah Putih Sepanjang 173 Meter

15 views

Bondowoso, JA-POS News  – Sekitar 200 orang membentangkan bendera merah putih sepanjang 173 meter di bibir kawah Ijen, Bondowoso. Bendera yang memiliki lebar 2 meter itu dibentangkan di sepanjang bibir kawah dengan luas sekitar 5.400 hektar.

Bukan cuma itu. Selain membentangkan kain merah putih di bibir kawah, mereka juga membentangkan bendera merah putih berukuran 12×9 meter di seputar dapur magma belerang yang terkenal dengan fenomena Blue Fire atau Api Biru-nya.

“Ini merupakan salah satu cara yang kami memperingati kemerdekaan negara kita,” kata Kapolres Bondowoso AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, di puncak Ijen, Minggu (12/8/2018).

Kapolres yang turun memimpin ekspedisi dan menjadi inspektur upacara ini mengaku ekspedisi ini upaya memupuk rasa nasionalisme.

“Ekspedisi ini merupakan upaya memupuk rasa nasionalisme di kalangan generasi muda dan masyarakat,” tambahnya.

Sementara Bupati Bondowoso Amin Said Husni mengatakan, ekspedisi ini salah satu upaya memperkuat brand image Kawah Ijen, sebagai daerah tujuan wisata internasional.

“Ijen merupakan anugerah alam yang sudah menjadi warisan dunia. Adalah tanggungjawab kita untuk mempromosikannya,” imbuh Amin saat melepas keberangkatan tim ekspedisi.

Pantauan detikcom, tepat pukul 01.00 WIB, sekitar 200 orang lebih yang terlibat dalam acara bertajuk “Ekspedisi Merah Putih” itu mulai menapaki rute pendakian gunung Ijen. Mereka terdiri dari TNI/Polri, Satpol PP, organisasi masyarakat, serta puluhan pemuda yang berasal dari berbagai kalangan.

Cuaca di kawasan gunung Ijen terbilang sangat ekstrim. Karena suhunya mencapai 4°. Belum lagi rintik hujan turun nyaris sepanjang malam hingga pagi hari.

Namun hal itu tidak menyurutkan langkah. Mereka tetap semangat menyusuri rute yang cukup terjal dan licin. Targetnya, mencapai puncak gunung yang memiliki ketinggian 2.443 mdpl tersebut.

Pembentangan bendera merah putih raksasa di sekitar api biru ini memang tak berlangsung lama. Sebab, embusan gas belerang yang keluar dari dapur magma begitu kuat menusuk hidung dan terasa menyesakkan nafas.

Setelah mengheningkan cipta sejenak di bibir kawah gunung di perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi ini, peserta ekspedisi turun kembali menuju Pos Paltuding. Sepanjang rute perjalanan turun mereka tetap menyanyikan lagu-lagu kebangsaan.

 

sumber : detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *