Warga di Malang Dipanggil Polisi Akibat Posting Penculikan Anak

Malang, JA-Pos News – Seorang warga juga pemilik akun media sosial dipanggil polisi terkait postingan penculikan anak. Ibu rumah tangga itu kemudian diminta wajib lapor dua kali dalam sepekan sebagai tindak lanjut dalam penanganan kasus tersebut.

Kasus berawal dari postingan adanya penculikan anak di wilayah Lesanpuro, Kedungkandang, Kota Malang, akhir pekan lalu.

“Tadi penyidik memanggil yang bersangkutan, untuk klarifikasi soal postingannya di Facebook adanya penculikan anak,”.

“Karena postingan berita itu, yang bersangkutan dikenakan wajib lapor setiap Senin dan Kamis,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Marhaeni kepada detikcom, Rabu (31/10/2018).

Dalam pemeriksaan, lanjut Ni Made, pelaku berinisial RN, memiliki tujuan mengingatkan para ibu-ibu agar waspada dan berhati-hati menjaga anak mereka. “Karena telah banyak berita soal penculikan,” ungkap Ni Made dal sambungan telepon, Rabu sore.

Dikatakan bahwa RN juga seorang ibu rumah tangga yang memiliki anak usia 2 tahun. Kekhawatiran memicu RN memposting informasi yang belakangan diselidiki tidak ada alias hoax.

“RN ibu rumah tangga punya anak usia 2 tahun. Informasi yang disampaikan dalam akun Facebook, ternyata tidak ada. Setelah petugas datang ke TKP dan menggali keterangan warga,” beber Ni Made.

Postingan dilakukan RN soal adanya penculikan anak di wilayah Kota Malang, khususnya di Lesanpuro, Kedungkandang, ternyata tidak terbuktikan.

“Saat itu kami langsung menindaklanjuti, bahkan 20 anggota terjun menyelidiki kasus yang diunggah di media sosial, bahkan diberitakan oleh media massa. Setelah dilakukan klarifikasi, pemilik akun menerima informasi bahwa ada penculikan anak yang kemudian diposting lewat media sosialnya,”.

“Namun kasus yang sebenarnya terjadi, ada anak SD kelas 4, pulang terlambat dan ditegur orang tuanya. Kemudian sampai muncul cerita penculikan, ibunya cerita ke mertua dan sampai kepada pemilik akun yang posting tersebut,” urai Ni Made.

Dalam informasi yang beredar pasca postingan, anak disangka jadi korban penculikan berhasil lolos dari pelaku yang membawa mobil jenis Toyota Avanza, karena pintu dalam kondisi tak terkunci.

“Kami himbau masyarakat tidak gegabah dalam menggunggah informasi yang belum tentu diyakini kebenarannya,” harap Ni Made.

 

 

 

sumber : detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *