Dua Wisatawan Kawah Ijen Tewas Tabrak Pohon Diduga Rem Blong

23 views

Banyuwangi, JA-Pos News – Jalur menuju kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen kembali memakan korban. Kali ini dua pelajar asal Jember tewas dalam sebuah kecelakaan tunggal.

Dugaan sementara, motor Honda Vario Nopol P 3346 MR yang ditumpangi 3 pelajar ini mendadak mengalami rem blong. Motor tidak dapat dikendalikan sehingga akhirnya menabrak pohon besar. Ketiganya pun terpental. Dua tewas di lokasi, seorang lainnya kritis.

Identitas mereka masing-masing Rendy Muhamad Andyka (17), warga Jl Kahuripan 1A No. 3, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember; Navilia Vega (15), warga Jl Kahuripan gang Rujak, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember. Keduanya merupakan korban tewas. Sedangkan korban luka adalah Novita Febrianti (14), warga Jl Kahuripan gang Rujak, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember.

Nahas yang menimpa para pelajar ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Minggu (9/12/2018). Ketiga pelajar itu baru pulang dari area TWA Kawah Ijen. Mereka sedianya menuju ke arah kota Banyuwangi untuk kemudian pulang ke Jember.

“Motor ini dikemudikan korban Rendy Muhamad Andyka,” kata Kanit Kecelakaan Satlantas Polres Banyuwangi Ipda Ardi Bita Kumala kepada detikcom.

Setiba di lokasi kejadian, tepatnya di wilayah Gantasan yakni perbatasan kawasan hutan dengan kawasan perkebunan, kendaraan yang mereka kendarai mengalami rem blong. Motorpun tidak dapat dikendalikan. Karena jalan cenderung menurun, motor itu akhirnya menabrak sebuah pohon.

Akibatnya, kondisi motorpun ringsek. Rendy Muhamad Andyka dan Navilia Vega tewas di lokasi kejadian. Mereka mengalami luka parah di bagian kepala. Sedangkan Novita Febrianti selamat dari maut.

“Satu korban harus menjalani perawatan intensif karena mengalami patah tulang di bagian kaki. Ketiga korban kami evakuasi ke RSUD Blambangan,” ungkap Ardhi.

Ipda Ardhi mengimbau untuk pengendara yang melintas di jalur menuju Kawah Ijen agar lebih berhati-hati. Dia meminta masyarakat khususnya pengendara motor mengenakan helm untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Dari beberapa kejadian kecelakaan tunggal yang terjadi di jalur menuju Ijen sebagian besar menggunakan motor matik.

“Kami mengimbau untuk pengendara motor yang mau ke ijen agar menggunakan sepeda motor manual,” tegasnya.

 

 

 

 

 

Sumber : detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *