Polisi Gelar Olah TKP Pohon Tumbang Yang Tewaskan Satu Bocah di Banyuwangi

Banyuwangi, JA-Pos News – Insiden dua bocah tertimpa pohon di tempat wisata pemandian Pancoran, Banyuwangi. Polisi pun sudah menggelar olah TKP peristiwa di Dusun Pancoran, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Minggu (23/12).

Peristiwa ini membuat salah satu bocah, Nijam Dwi Saripudin (8) meninggal dunia saat mendapat perawatan di RS Al Huda Gambiran.

Kapolsek Rogojampi, AKP Agung Setya Budi mengaku telah melakukan olah TKP dan sedang memeriksa sejumlah saksi.

“Kita tangani sesuai prosedur. TKP tidak kita police line karena area umum. Lokasi kejadian sudah dibersihkan,” kata kapolsek kepada wartawan, Senin (24/12/2018).

Sedangkan barang bukti pohon yang menimpa dua pengunjung sudah diamankan di Mapolsek Rogojampi.

“Petugas yang membantu evakuasi dari pemandian ke rumah sakit sudah kita mintai keterangan. Jumlah saksi yang diperiksa tiga orang,” kata mantan Kasat Narkoba Polres Banyuwangi.

Begitu kejadian, lanjut kapolsek, korban langsung dibawa PKU Muhamadiyah Rogojampi. Karena kondisinya kritis akhirnya dirujuk di dua tempat.

“Kakaknya, Nijam Dwi Saripudin, dirujuk ke RS Al Huda Gambiran. Setelah menjalani operasi akhirnya meninggal dunia. Sedangkan adiknya dibawa ke RS dr Soebandi Jember,” jelasnya.

Sementara saat wartawan mendatangi pemandian Pancoran pascapohon tumbang menewaskan satu bocah, tetap beroperasi. Sejumlah pengunjung masih menggunakan pemandian ini sebagian lokasi liburan Natal.

Jumlah kendaraan wisatawan baik roda dua maupun roda empat tak sampai memenuhi areal parkir. Mungkin ini imbas dari hujan yang mengguyur sepanjang pagi sampai sore yang merata di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

“Pemilik dan manajemen tidak ada mas. Kami hanya bertugas disini dan tidak tau apa-apa,” ujar petugas kasir.

Sementara di rumah duka, keluarga Nijam Dwi Saripudin terlihat shock. Ayak korban, Ilham Hendri Risang terus menangis mengenang anaknya. Demikian juga kakak Nijam terus memanggil adiknya. “Terus terang kami sangat kehilangan anak laki-laki satu-satunya. Apalagi kakak sulungnya ini terus memanggil adiknya,” ujarnya.

Diakui ayah korban, pihak perwakilan pengelola Pancoran memang mendampingi anaknya dalam proses evakuasi sampai ke rumah sakit. Pihak wisata bahkan sanggup menanggung biaya pengobatan 100%.

“Tadi perwakilan pengelola juga ke rumah duka. Memang belum ada penyerahan dana bantuan untuk pengobatan. Namun sudah ada kesanggupan lisan,” ujar Ilham.

Nijam dan adik perempuannya, Nawidatul Husna (3) korban tertimpa pohon saat berwisata di pemandian Pancoran, Minggu (23/12/2018) sore. Akibat kejadian itu, dua bocah kakak beradik anak pasangan Ilham Hendri Risang (40) dan Nadirotul Laili (31), asal Dusun Krajan, Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, ini luka serius di bagian kepala.

Awalnya, Nijam sempat dilarikan ke RS Al Huda, Genteng. Namun sayang, nyawanya tak tertolong. Sedang sang adik, Nawidatul Husna, dibawa ke Jember Klinik, untuk dilakukan scan.

 

 

 

 

 

 

sumber : detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *