Pasien DB di Blitar Meningkat, 1 Orang Meninggal

Blitar, JA-Pos News – Awal tahun 2019, kasus penderita demam berdarah (DB) meningkat tajam. Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mendata, jumlah pasien DB hingga pertengahan Januari sebanyak 82 orang.

Jumlah ini meningkat tiga kali lipat dibanding tahun Januari 2018 yang hanya ada 28 penderita. Dari angka ini, satu penderita dilaporkan telah meninggal dunia. Korban merupakan warga Desa Sumber Kecamatan Sanankulon.

“Belum sampai akhir bulan, jumlah kasus sudah mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan pada Januari 2018 lalu, hanya sekitar 28 kasus demam berdarah selama satu bulan. Ini sudah 82 dan ada yang meninggal satu,” kata Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit (P3D) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Krisna Yekti saat ditemui di kantornya Jalan Semeru, Kamis (24/1/2019).

Menurut Krisna, meningkatnya jumlah penderita DB ini karena masyarakat kurang giat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Terutama saat kondisi anomali cuaca seperti saat ini.

“PSN itu perlu kontinyu secara kualitas dan kuantitas. Apalagi musim seperti ini, kadang hujan deras kadang sangat panas. Pada kondisi ini perkembangbiakan nyamuk sangat tinggi,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, banyak masyarakat yang kurang faham penanganan terhadap penderita demam berdarah. Ini terjadi karena faktor mutasi gen yang membuat pola gejala demam berdarah sulit terdeteksi dini.

Krisna berharap, masyarakat bertindak sigap dan cepat jika ada anggota keluarganya yang mengalami demam tinggi. Pihaknya tidak ingin, angka kematian akibat demam berdarah tidak bertambah jika secepatnya mendapatkan penanganan medis yang benar.

Selama tahun 2018, sebanyak enam anak di Kabupaten Blitar dilaporkan meninggal dunia akibat demam berdarah. Mereka rata-rata masih balita dan ada di antaranya berusia 10 tahun.

“Semoga angka kematian ini bisa dikurangi. Kami mohon, masyarakat bertindak cepat. Begitu ada anggota keluarga yang demam, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan biasakan tunggu sampai tiga hari,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *