5 Jam Api Melahap Hangus Kios Lantai 2 Pasar Lawang

Malang, JA-Pos News – Sudah hampir lima jam api membakar ratusan kios di Pasar Lawang, Kabupaten Malang. Tujuh unit PMK yang didatangkan berjibaku menjinakkan api namun belum membuahkan hasil.

Kios di bagian lantai dua yang lebih dulu terbakar diketahui menjual beragam barang dagangan. Menurut polisi, lapak yang diduga menjadi sumber api berasal dari kios pracangan atau menjual bahan-bahan kebutuhan rumah tangga.

Banyaknya barang mudah terbakar membuat api cepat merembet ke bagian lain. “Barang-barang yang dijual banyak yang mudah terbakar, seperti pakaian, pecah belah dan lain-lain,” kata Kapolsek Lawang Kompol Gaguk Sulistyo kepada detikcom di lokasi, Rabu (17/4/2019) malam.

Pihaknya belum dapat menghitung berapa jumlah kerugian dari kebakaran itu. Setelah api bisa dikendalikan atau dipadamkan, pihak kepolisian akan segera melakukan pendataan dengan melibatkan pengelola pasar.

“Berapa kerugiannya masih belum bisa dihitung. Kita fokus pada pemadaman dulu,” imbuhnya.

Tujuh unit PMK sudah dikerahkan untuk bisa memadamkan api. Mereka berasal dari PMK Pemkab Malang, Kota Malang, PT Bentoel dan bantuan dari Pemkab Pasuruan.

“Ada tujuh PMK, salah satunya bantuan dari Pasuruan. Semoga bisa segera dipadamkan apinya,” tambah Gaguk.

Seperti pantauan detikcom, warga dan pedagang masih berjubel di lokasi untuk menyaksikan langsung upaya pemadaman.

“Tadi masih banyak yang buka, belum tutup. Karena biasanya baru jam 9, pedagang yang di lantai bawah maupun atas menutup kios mereka,” kata Tutik (60), salah satu pedagang yang ditemui detikcom di lokasi, Rabu (17/4/2019) malam.

Menurut Tutik, kebakaran terjadi setelah dirinya beberapa saat menutup kiosnya. Ia menambahkan, area yang pertama kali terbakar merupakan kios-kios yang menjual bahan-bahan makanan, ikan, dan barang lainnya.

“Saya baru saja tutup, terus dapat kabar pasar terbakar. Tentunya yang lain masih banyak yang buka saat terbakar,” ujar perempuan yang sudah berjualan sejak 1993.

Ia melanjutkan, sebenarnya masa kontrak pedagang sudah habis. Sejak tiga tahun ini, pedagang hanya diminta uang membayar uang sewa sebesar Rp 500 ribu setiap bulannya.

“Kontraknya sudah habis, kita hanya diminta bayar sewa. Pasar juga dalam kondisi sepi. Karena banyak yang jualan di luar,” lanjutnya.

Camat Lawang Eko Wahyu Widodo tak mengetahui secara pasti jumlah pedagang di Pasar Lawang. Serta berapa jumlah kios yang terbakar.

“Jadi belum tahu berapa jumlah pedagang di pasar ini, termasuk kios yang terbakar. Kami masih fokus untuk bisa memadamkan api,” pungkas Eko terpisah.

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *