Kawasan Sukomanunggal Rawan Jambret, Siapakah Yang Menjamin Kenyamanan Berkendara ???

Surabaya, JA-Pos News –Adakah yang mampu menjamin keamanan dan kenyamanan jalanan Kota Pahlawan ? Tadi malam terjadi penjambretan di jalan Sukomanunggal, Surabaya. Penjahat jalanan beraksi dengan sasaran mereka adalah para perempuan.

Kejahatan jalanan yang terjadi terutama aksi penjambretan tidak lagi pandang bulu terhadap korbannya. Bahkan, wartawan pun ikut menjadi korban penjambretan yang rata-rata membidik lokasi jalan protokol yang lurus, gelap, dan sepi.

Banyak pelaku yang beraksi pada malam hari. Malam memang dianggap momen emas bagi para penjahat, khususnya jambret. Terlebih, aktivitas masyarakat sudah mulai berkurang. Biasanya, mereka tidak memilih calon korban. Asal ada kesempatan dan mempunyai peluang kabur, jambret pun beraksi.

Pada Jumat (24/05) dini hari, seorang ibu bernama Dessy Himbarwana menjadi korban penjambretan di Jalan Raya Sukomanunggal, Surabaya. Dia menjadi korban penjambretan tepatnya didepan dee berry Sukomanunggal.

Insiden ini terjadi ketika suami berserta istri dan anaknya ini tengah berkendara santai di sepanjang Jalan Simo Tambakan menuju pulang ke Benowo, sepulang dari rumah orang tua di Sidoarjo.

Tak disangka, tepatnya di depan dee berry Sukomanunggal tiba-tiba seorang dua pria mengendarai motor Vario menghampirinya dengan cepat dan menarik tas yang dislempangkan dengan posisi berada di pinggang sebelah kiri hingga putus dari talinya, untung saja masih bisa mengendalikan laju kendaraannya.

Eko Hidayat, selaku Redaktur Pelaksana media ini menambahkan, awalnya saya tidak tahu insiden penjambretan ini terjadi begitu cepat, saya baru sadar setelah istri saya teriak jambret, seketika berusaha saya kejar.

Untuk menjaga keselamatan dalam pengejaran selanjutnya, istri dan anak saya tak turunkan di pasar DST dengan cepat, pengejaran pun saya lanjutkan hingga berada di daerah Tengger Kandangan, di depan rumah makan Papa Robby sempat tak hadang karena posisi pelaku putar balik tapi tidak kena sebab aku di lempar dengan helm bertuliskan Honda Scopy. Setelah itu saya kehilangan jejak serta tak sempat melihat plat sepeda motor yang digunakan oleh si penjambret, “papar pimpinan Wartawan media ini.”

Lanjutnya, Setelah kehilangan jejak, saya kembali menghampiri istri dan anak saya itu lantas mengajukan laporan kepada petugas Kopolisian Sektor Sukomanunggal atas kejadian penjambretan tersebut dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi bernomor STTLP / 154 / B / V / 2010 / JATIM / RESTABES SBY / SEK SKM.

Eko Hidayat juga menambahkan, bahwa isi tas tangan korban berisi uang sekira 3 juta, HP OPPO A3S, STNK Beat Hijau, kunci dan beberapa surat penting. Tali tas yang putus dan helm bertuliskan Honda Scopy yang dilempar pelaku dijadikan barang bukti di Kantor Polisi.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui apakah pelaku penjambretan ini sudah tertangkap atau belum. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *