Budaya sedekah bumi di Dusun Sukoanyar, Gedong Ombo, Jombang sangat meriah

Jombang, JA-Pos News – Sedekah bumi merupakan simbul rasa syukur dari hasil bumi yang melimpah, pelaksanaannya tiap tahun atau merupakan tradisi tahunan. Bagi masyarakat jawa khususnya para kaum petani, tradisi ritual turun-temurun yang diadakan setahun sekali atau tahunan semacam sedekah bumi ini bukan hanya merupakan sebagai rutinitas atau ritual yang sifatnya tahunan.

Akan tetapi, tradisi sedekah bumi mempunyai makna yang lebih dari itu, upacara tradisional sedekah bumi itu sudah menjadi salah satu bagian yang sudah menyatu dengan masyarakat tidak akan mampu untuk dipisahkan dari budaya jawa yang menyiratkan simbul penjagaan terhadap kelestarian yang khas bagi masyarakat Dusun Sukoanyar Desa Gedong Ombo Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang.

Biasanya pada saat sedekah bumi Dusun Sukoanyar Desa Gedong Ombo Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang sering juga mengadakan pagelaran budaya seperti wayang kulit. Wayang kulit adalah seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di pulau Jawa.

Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh pesinden.

Dalang memainkan wayang kulit dibalik kelir, yaitu layar yang terbuat dari kain putih, sementata dibelakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak (blencong) sehingga para penonton yang berada disisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir.

Senin (1/7/2017), Parlan selaku kepala Dusun Sukoanyar Desa Gedong Ombo Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang memaparkan, Sedekah bumi ini biasanya dilaksanakan setelah pesta panen hasil bumi seperti padi, jagung, tembakau, sayur-mayur, buah-buahan, ubi-ubian dan lain-lainnya.

“Sebelumnya sedekah bumi biasanya setiap tahun, dua sampai tiga kali syukuran atau baritan ke Mbah Pengkol (leluhur dulu), dengan membawah tumpeng ayam panggang, ketan, puro, jajan pasar, ubi-ubian, nasi kuning (nasi kabuli) dan dawet konon katanya untuk meminta hujan.”

Dilanjutkan malamnya biasanya disamping hiburan wayang kulit ada juga karawitan.

Dengan adanya budaya sedekah bumi warga Dusun Sukoanyar Desa Gedong Ombo Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang merasa sangat senang disamping mensyukuri hasil bumi atau panen masyarakat juga dapat menyaksikan hiburan wayang kulit dan karawitan dan juga bisa membentuk kerukunan antar warga.

Tambah Parlan selaku Kepala Dusun Sukoanyar Desa Gedong Ombo Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang acara ini dihadiri juga oleh Babinkantibmas, Babinsa, Kepala desa berserta stafnya dan toko masyarakat berharap, tahun-tahun berikutnya hasil bumi atau hasil panen semakin melimpah ruah, sehat sejahtera, guyub rukun untuk warga Dusun Sukoanyar.

Lasiman selaku kepala Desa,Desa Gedong ombo,Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang mengatakan, Sedekah bumi yang dilakukan Dusun Sukoanyar patut dicontoh untuk Dusun-dusun lainnya di Desa Gedong Ombo, sangat membawah dampak positif utuk warga disamping untuk mensyukuri hasil bumi atau panen juga dapat mempererat jalinan silatuhrohmi, kerukunan warga serta menjadikan kekompakan atau gotong-royong membangun Desa lebih baik lagi, maju, makmur, tentram dan sejaterah. (Nur Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *