Tim Brantas BNNP Jatim Bekuk 4 Pelaku Penyelundupan 25,4 Kg Sabu dari Malaysia ke Madura

Surabaya, JA-Pos News – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur membongkar upaya peredaran sabu-sabu asal Malaysia yang akan dikirim ke Sampang, Madura, dengan diselundupkan menggunakan media furniture untuk mengelabuhi petugas.

Sebanyak tiga koli berisi narkoba jenis sabu-sabu dengan berat total 25,4 kilogram disita petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur. Empat orang yang terlibat dalam jaringan ini ditangkap.

Kabid Pemberantasan BNNP Jatim AKBP Wisnu Chandra kepada wartawan di Surabaya, Jumat (09/08) mengatakan dalam pengungkapan itu pihaknya mengamankan empat tersangka, yakni Fatturohman (33) warga Jalan Ketegan Barat II Kabupaten Sidoarjo, Iwan (22) warga Jalan Adi Sucipto Gang Kapuas II Sungai Raya – Kubu Raya – Balikpapan, Husnul Khotimah (32) warga Jalan Wonocolo II/4 Kabupaten Sidoarjo dan Ahmad Sakur (42) warga Jalan Raya Klampis, Larangan Sorjan, Klampis Kabupaten Bangkalan.

Penyelundupan narkoba itu dibongkar sekitar pukul 13.00 WIB pada hari Rabu (07/08). Pengungkapan berawal dari TKP Jalan Raya Stadion, Sepanjang, Taman, Sidoarjo. “Dari pengungkapan ini kami melihat ada sindikat narkotika yang berafiliasi dengan sindikat lain. Baik yang bisnisnya di narkotika atau yang bukan tapi membantu peredaran gelap narkotika,” kata Wisnu.

Dia menjelaskan, sabu-sabu 25 kilogram dikirim dari Malaysia ke dengan tujuan Sokobanah, Sampang – Madura menggunakan lemari kecil untuk mengelabui petugas.

Setelah mencium adanya barang yang mencurigakan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, pihak BNNP Jatim langsung melakukan pemutusan akses di Sidoarjo dan juga Sampang. BNNP pun mendapati adanya modus baru pada pengiriman sabu-sabu tersebut.

“Modus ini termasuk baru yang kami temukan karena menggunakan furniture sebagai pengelabu. Di balik furniture ada sabu-sabu yang jumlahnya cukup banyak,” ujarnya.

Mengenai apakah jaringan ini berhubungan dengan jaringan Sokobanah, Sampang, yang diungkap Polda Jatim beberapa waktu lalu, Wisnu menyatakan sampai saat ini belum mengarah ke sana. Artinya jaringan ini berdiri sendiri, sindikat ini baru pertama kami temukan.

Wisnu menegaskan bahwa sindikat ini sudah berulang kali melakukan pengiriman di Jawa Timur. Namun, pihaknya belum bisa memastikan beberapa kali sindikat ini melakukan pengiriman.

“Tapi kalau untuk berapa tahunnya kami belum bisa buktikan. Fakta di lapangan sudah ada, tapi bukan pertama kali,” ujarnya.

Sabu sebanyak 25,4 kilogram itu dikirim oleh Iwan, didistribusikan oleh Ahmad Sakur dengan penerima yaitu Fatturohman dan Husnul Khotimah yang merupakan suami istri.

Selain menyita barang bukti sabu, Tim Brantas BNNP Jatim juga menyita barang bukti lain yaitu satu unit mobil Grand-max jenis pik-up, satu unit mobil Daihatsu Xenia serta 5 unit handphone para tersangka.

BNNP juga menembak tangan tersangka perempuan Husnul Khotimah karena berusaha melawan petugas saat ditangkap. (Eko Hidayat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *