Anak Dibawah Umur Disekap Dua Tahun, Keluarga Korban Diancam Dengan Senjata Api

Lumajang, Ja-Pos – News, Penemuan senjata api di Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang beberapa hari yang lalu pada tanggal 25 September 2019. Ternyata memiliki cerita pahit yang menyelimutinya. Yanto (40) yang merupakan pemilik senjata api rakitan atau illegal, ternyata memiliki hubungan dengan anak dari (M.A). Minggu (29/09/2019).

Namun demikian (M.A) menjelaskan bahwa dirinya dua tahun yang lalu terpaksa menerima pinangan dari Yanto lantaran takut diancam akan dibunuh. Saat itu (M.A) menolak pinangan tersebut karena sang anak, sebut saja bunga, masih berumur (12) tahun dan masih kelas 5 SD.

Bahkan bunga juga mengatakan diajak berhubungan badan dengan Yanto dibawah ancaman dari pelaku. “Lanjut,”  bunga pun tak berani melawan permintaan dari pelaku atas ancaman tersebut. Korban pun juga dilarang melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Padahal bunga berharap hanya ingin menyelesaikan pendidikannya hingga jenjang SD.

(M.A) mengatakan dirinya takut melaporkan ke pihak Kepolisian. “Ini adalah puncak dari penderitaan keluarga saya. Saya sudah tidak kuat mendapatkan intimidasi dari pelaku. Padahal hampir setiap malam saya melihat ada mobil polisi lewat didepan rumah saya, untuk berpatroli. Namun saya takut dibunuh jika melaporkan kejadian ini,” ujarnya dengan nada takut.

Dalam pernyataannya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM menyanggupi memberikan jaminan kepada pihak korban. “Ayah dari korban tadi meminta jaminan keamanan kepada saya. Dengan tegas saya dan juga Tim Cobra akan memberikan jaminan kemanan kepada ayah dan anak yang menjadi korban ancaman pembunuhan tersebut. Selain itu saya juga akan berkomunikasi dengan pemerintah daerah untuk memasukkan anak tersebut di Pondok pesantren,” tegas Arsal yang merupakan putra daerah asli Makassar tersebut.

Kepala tim Cobra Polres Lumajang, AKP Hasran Cobra menyatakan, “atas perintah kapolres, saya akan membentuk tim untuk segera menangkap pemilik senjata api rakitan tersebut, karena dapat membahayakan keselamatan orang lain,” ungkap Hasran yang juga selaku kasat Reskrim.(Fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *