Polres Gresik Ungkap 18 Kasus Narkoba Selama Sebulan

Gresik, Ja-Pos – News, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, SH.,SIK.,MH. berserta Polsek jajaran berhasil mengungkap kasus Narkoba sebanyak 18 tersangka dan diantaranya satu wanita, dan 2 tersangka lainya kasus Pil doubel LL dengan jumlah 18 tersangka. Jumat (11/10/2019)

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, SH.,SIK.,MH saat melaksanakan kegiatan Pers Release, dari hasil penangkapan tersangka sejak 9 September hingga 6 Okteber 2019. Dalam tempo 1 (bulan) Polres Gresik dan Polsek jajaran mengungkap kasus Narkoba yang beredar di wilayah hukum.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, SH., SIK., MH berserta AKP Hery Kusnanto, SH., MH Kasat Narkoba, AKP Hasym Ashary Kasubag Humas, KBO Narkoba IPDA Bakri, Pair Humas IPDA Sri Maryani, S. Sos. Menunjukan BB (Barang Bukti) sebanyak 9,51 gram Narkoba jenis Sabu-sabu, dan untuk Pil doubel LL sebanyak 38 butir.

Pekan lalu pada hari Jum’at tanggal 12 Oktober 2019, Satreskoba Polres Gresik berhasil mengamankan seorang penyanyi kafe bernama Lasianah alias Maya (28) tahun warga Desa Sumber Rejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, terbukti membawa Sabu – sabu.

Untuk para tersangka Narkoba terancam Pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 112 Ayat (1) UU RI No. 35 Th. 2009 tentang Narkotika : barang siapa tanpa hak melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima menjadi perantara dalam Jual beli dan atau membawa, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyedikan Narkotika Gol 1 jenis Shabu ancam dengan ancaman hukumn kurungan minimal : 4 Tahun sampai dengan maksimal 20 Tahun atau denda paling sedikit Rp 1.000.000.000 (salu miliar) paling banyak Rp. 10.000.000.000 (sepuluh miliar).

Dan untuk ke 2 tersangka terjerat Pasal 196 dan atau pasal 197 UU RI No. 36 Th. 2009 tentang Kesehatan : Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat, atau kemanfaatan, dan mutu sebagaimana dimaksud dalam pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (Satu miliar rupiah) Pasal 197 UU RI No. 36 Th. 2009 tentang Kesehatan : Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (1) dipidana Rp. 1.500.000.000,00 (Satu miliar lima ratus juta rupiah). (Fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *