Tak Terima Tanahnya di Rampas, Keluarga Ahli Waris Labrak Kades

Gresik, JA-Pos – News,Syaifudin salah satu ahli waris dari keluarga Mat Sapari bersama keluarganya menggugat mantan Kepala Desa yang lama Abdul Karim dan Kapala Desa sekarang Suudin. Tanah yang menjadi milik ahli waris tersebut seluas 4,8 hektare sesuai dengan buku catatan letter C Desa Manyar Sidorukun yang di duga di jual secara ilegal.

Tanah tersebut milik bapak kami berupa tanah tambak seluas 4,8 hektare yang telah di rampas oleh mantan Kades Manyar Sidorukun dan kemudian di jual secara ilegal.” Papar salah satunya keluarga ahli waris Syaifudin

Syaifudin menjelaskan bahwa tanah itu merupakan milik bapaknya yang bernama MAT Sapari. maka dari itu, ia sebagai ahli waris ingin mencari keadilan atas hak waris milik keluarganya. Rabu (22/4/2020)

Muhammad Syaiful Himam cucu dari ahli waris Mat Sapari dan keluarganya mengungkapkan, Lahan tersebut merupakan areal tambak seluas 4,8 hektare yang di jual secara ilegal oleh mantan kades Abdul Karim pada tahun 1971.

“Sebenarnya tanah tambak kakek kami seluas 4,8 hektare yang dirampas dan dijual secara ilegal. Padahal tanah itu tetap sah menjadi milik keluarga kami dengan bukti pathok D (Desa) yang masih di pegang oleh ahli waris.” Terangnya

Muhammad Syaiful Himam cucu ahli waris menceritakan awal mula sengketa tanah tambak. tersebut adalah milik neneknya yang bernama Markamah pada tahun 1956. Dikemudian tanah itu di wariskan kepada Mat Sapari. Pada tahun 1971 tanah tersebut di rampas oleh mantan Kades Manyar Sidorukun Abdul Karim. Oleh mantan Kades Abdul Karim tanah itu dijual lagi kepada H. Kanan pada tahun 1972 dan tanah itu kemudian di teruskan ke warisnya H. Zainudin.” Ungkapnya

“Lanjutnya Muhammad Syaiful Himam pada tahun 2014 tanahnya kembali di jual melalui perantara kepala desa kepada pembeli berinisial SA, lahan tersebut untuk pengadaan proyek Java Integrated Industrial Prost Estete (JIIPE). Dalam transaksi tersebut H. Zainudin diberi uang muka sebesar 1 miliyar oleh pembeli SA.” Imbuhnya

Saat di temui oleh keluarga ahli waris di kantor Kepala Desa Manyar Sidorukun, lurah Suudin mengatakan bahwa tanah seluas 4,8 hektare yang dipermasalahkan ahli waris Mat Sapari tersebut sudah pernah berpindah tangan, Hal ini sesuai dengan buku letter C Desa. Jadi sejak sebelum saya menjabat Kades tanah tersebut sudah di perjual belikan.

Pihak keluarga waris mendatangi kantor Kepala Desa Manyar Sidorukun untuk meminta surat riwayat tanah dengan membawa bukti-bukti Surat Ketetapan Pajak Hasil Bumi (SKPHB) dan membawa Surat Permohonan di sesuaikan catatan buku C Desa Manyar Sidorukun C Desa Nomor 430 Persil 43 Kelas dt III namun.

Permintaan pihak keluarga ahli waris, di tolak dengan alasan bahwa sesuai catatan buku letter C Desa tanah tersebut sudah di perjual belikan, tapi ketika Kepala Desa di mintai berkas transaksi tersebut lurah tidak bisa menunjukkan.

Hal ini yang membuat marah keluarga ahli waris. Kami datang dengan membawa bukti surat petok dan surat keterangan dari Badan Pertahanan Nasional (BPN). “Tapi pak lurah tetap tidak mau membuatkan surat riwayat tanah, ada apa ini.” bentak Syaifudin di hadapan Pak Lurah. (Fir)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *