Kapolres Gresik AKBP Kusworo Gelar Sosialisasi, Jelangnya PSBB

Gresik, JA-Pos – News, Sebelum dua hari menjelangnya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, SH., S.I.K., M.H melaksanakan giat sosialisasi di tempat – tempat kerumunan massa, tentunya di warung kopi baik di rumah makan dan tepat wisata wilayah Kabupaten Gresik.

Rapid test yang dilakukan sebagai upaya diteksi dini penyebaran Covid-19. Mengigat Kabupaten Gresik sudah zona merah, akan diterapkan aturan PSBB di 8 kecamatan Aktifitas masyarakat dibatasi. Sabtu (25/4/2020)

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menyisiri tempat warung kopi di Jl. Malik Ibrahim Jl. Dr. Soetomo, Jl. Pangang, Suci dan sekaligus ketempat masjid jami Jl. KH. Wakhid Hasyim Kec. Gresik Kab. Gresik guna melakukan Rapid test kepada pengunjung warkop dan menghimbau untuk tidak berkerumunan, disaat aturan pemerintah PSBB berlangsung.

“Kegiatan sosialisasi melibatkan TNI-POLRI maupun dari Dinas Kesehatan Pemkab Gresik. Guna melakukan Repid test diteksi di lokasi tersebut, masyarakat bisa mengetahui apakah yang bersangkutan berdampak positif atau negatif Covid-19.” Ujar Kapolres Gresik AKBP Kusworo

Dalam aturan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) ada beberapa hal diantarnya adalah, pembatasan kegiatan belajar dan pembatasan kegiatan berkerja, pembatasan kegiatan budaya atau pembatasan kegiatan keagamaan, sehinga berkaitan dengan warung – warung kopi dan warung rumah makan, tidak untuk menutup, namun demikian hanya diperbolehkan melayani masyarakat yang membeli untuk di bawah pulang “Take Away” atau layanan antar, juga bisa di ambil oleh angkutan online.

Sehingga Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo berupaya tidak mematikan ekonomi mikro dan meminta agar tidak melayani makan dan minum di warung. Dengan tujuannya untuk memutus penyebaran mata rantai Covid-19.

Tidak hanya disitu Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo memberikan himbauan kepada pemilik restoran baik warung agar mengigatnya, karna ada sangsi administrasi yang menjadi esekuensi yakni teguran lisan dan teguran tertulis sampai dengan pencabuta ijin usaha.

Maksud dan tujuan dilakukan sosialisasi dan memberikan himbauan terhadap masyarakat dalam melaksanakannya PSBB untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. kami menyampaikan potensi – potensi terjadi penularan di tempat – tempat keramaian dengan mengindahkan aturan pemerintah PSBB. berupaya memberikan contoh – contoh tempat dimana sangat mudah yang di biarkan, justru merebaknya penularannya Covid-19.

“Alhamdulillah tadi saat kami temui para kiyai dan para habaib serta para takmir masjid yang sudah memahami dan menyetujui untuk dihentikan sementara waktu, sementara PSBB berlangsung, seandainya wabah Covid-19 sudah menghilang, maka PSBB akan di cabut dan operasinal di masjid akan seperti sediakala.” Ibuh Kapolres Gresik AKBP Kusworo. (Fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *