Pemdes Kepatihan Bagikan BLT Kepada Masyarakat Yang Terdampak Covid-19

Gresik, JA-Pos News – Pemerintah Desa (Pemdes) Kepatihan membagikan BLT kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat yang bersumber dari Dana Desa bisa menjadi solusi yang tepat dalam penanggulangan dampak pandemi Covid-19. Dengan menggunakan anggaran yang telah di tetapkan, ada juga bisa memperkuat peran Pemerintahan Desa.

Merupakan bukti kepedulian Pemerintah melalui Kiat Brilian Kementerian Desa (Kemendes) RI. Hal itu sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kebijakan-kebijakan yang diberikan dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19 .

Pembagian BLT di selenggarakan di Kantor Desa Kepatihan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik, Kamis (7/5/2020).

Kepala Desa Kepatihan, Dodik Suprayogi mengatakan, penggunaan Dana Desa untuk BLT itu mengacu pada Permendes Nomor 6 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Permendes Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020 PDTT lengkap dengan Juknis pendataan keluarga calon penerima BLT.

Bantuan dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten belum dapat mengcover kebutuhan masyarakat sesuai data yang telah dimiliki oleh Pemerintahan Desa.

Untuk itu, dengan adanya kebijakan 25 persen, khusus Desa Kepatihan yang diambil dari Dana Desa menjadi solusi tepat untuk membantu kebutuhan masyarakat Desa bahwa Pemerintahan Desa bersentuhan langsung terhadap kondisi masyarakat akibat Covid-19, tuturnya.

Tambah Dodik, sekitar 25 persen dari besaran Dana Desa sesuai Juknis dari Kemendes terkait validasi, finalisasi dan penetapannya dilakukan di forum Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang dituangkan dalam berita acara dan ditandatangani oleh Kepala Desa bersama Perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Salah satu warga, Salikin (70) penerima BLT ketika di wawancarai awak media mengatakan, ”Saya merasa bersyukur dan Alhamdulillah telah mendapatkan bantuan ini karena sejak adanya virus Corona ini biasa saya kerja kuli bangunan jadi ngangur sekarang mas.

Dengan adanya bantuan BLT ini saya merasa terbantu bisa meringankan perekonomian saya sebagai masyarakat kecil dan tidak lupa mengucapakan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Desa dan semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi saya sebagai masyarakat yang membutuhkan, tutupnya.

Pembagian BLT tersebut dikawal langsung Babinsa, Babinkantibmas, Kepala Desa, perangkat Desa, BPD, pendamping Desa dan pendamping kabupaten, yang mendapatkan sebanyak 107 KK, dengan uang tunai Rp 600.000 per KK, di Kantor Desa Kepatihan lancar dan aman.

Dan juga Masyarakat harus memakai Masker dan cuci tangan dulu sebelum mengambil bantuan tersebut.

Hal ini tentunya bagian dari implementasi Asas Subsidiaritas yang dimiliki oleh Pemerintahan Desa yaitu kewenangan berskala lokal dan pengambilan keputusan secara lokal untuk kepentingan masyarakat Desa.

Dan merupakan keharusan yang dipaksakan, akan tetapi menjadi masukan baik untuk menumbuhkan kepedulian sesuai dengan peraturan Kemendes melalui Musdesus. (Nurhadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *