Arogansi Oknum Kapolsek Kota Dilaporkan ke Propam

Gresik, JA-Pos – News,Disaat institusi Polri sedang berbenah dan memperbaiki Citra dan kinerja jajarannya agar bisa memberikan pelayanan prima yang terbaik bagi masyarakat justru kembali tercoreng oleh sikap dan tindakan seorang Kapolsek Gresik Kota kab. Gresik yang dengan arogan memerintahkan anak buahnya untuk menjemput paksa seorang warga tanpa di dasari adanya laporan dan surat tugas yang sah.

Dalam kejadian ini bermula ketika Sdr. M. Fauzi warga desa kramat inggil kab. Gresik pada tanggal 27 Mei 2020 sekitar jam 16.00 Wib di datangi oleh 3 orang anggota Polsek Kota Gresik di rumahnya, ketika Sdr. M. Fauzi sedang berada di kandang ayam miliknya yang berada di tempat sisi sebelah rumahnya. Sabtu (06/06/2020)

Dua orang anggota polisi mengendarai sepeda motor berboncengan yang salah satunya di ketahui berinisial AR, satu orang lagi membawa mobil sedan Patroli Polsek Kota yang di ketahui berinisial AGG. Ke dua anggota bermotor tersebut menghampiri M. Fauzi dan bertanya,” kamu namanya siapa..?,” di jawab saya Fauzi,” Kemudian anggota Polisi tersebut berkata,” Oh…kalau begitu kamu di panggil sama Pak Kapolsek Kota Gresik untuk menghadap ke Polsek,” kata anggota itu kepada M. Fauzi.

Karena merasa tidak mempunyai salah Sdr. M. Fauzi balik bertanya, saya itu punyak masalah dan salah apa, mana suratnya..? Karena merasa tidak membawa surat apa-apa nggota polsek berinisial AR menjawab tunggu sebentar saya hubungi Pak Kapolsek. Seketika itu anggota sedang berbicara dengan Kapolsek melalui handphone, tanpa sengaja M. Fauzi sekilas mendengarkan percakapan AR dengan Kapolsek yang saat itu AR sempat di marahi sehingga kemudian Handphone diberikan ke Sdr. M. Fauzi.

Dalam komunikasinya melalui handphone Kapolsek Gresik Kota memerintahkan Fauzi untuk ikut anggotanya ke Polsek “Kamu gak usah banyak omong ikuti saja anggota saya..!!! ” Dengan nada setengah membentak. Karena merasa ketakutan dan terintimidasi akhirnya Sdr. M. Fauzi mau mengikuti ke tiga anggota polsek tersebut.

Karena kondisi kesehatan Sdr. M. Fauzi yang kurang enak badan dan memiliki riwayat penyakit jantung. Sdr. M. Fauzi mengajak istrinya Suntirah yang pada saat itu sedang menyetrika baju untuk menemaninya, selanjutnya M. Fauzi bersama istrinya ikut ke dalam mobil sedan Patroli yang di kendarai oleh anggota berinisial AGG.

Setelah tiba di kantor polsek kota Sdr. M. Fauzi dan istrinya langsung di bawa masuk ke ruang kerja Kapolsek. Tapi kemudian Suntirah di suruh keluar oleh Kapolsek sehingga M. Fauzi hanya sendiri dan di interogasi langsung oleh Kapolsek Kota. Dalam interogasinya Kapolsek tersebut menantang Sdr. M. Fauzi untuk menulis nama keluarganya yang mungkin bekerja sebagai anggota TNI atau Kepolisian karena dia merasa tidak takut.

Kemudian kapolsek mulai menanyakan perihal telaga Ngipik yang notabene milik PT. Semen Indonesia yang di kelolah oleh Sdr. Andik. Karena merasa tidak mengetahui perihal telaga Ngipik Sdr. M. Fauzi menyuruh Kapolsek untuk bertanya langsung kepada Sdr. Andik yang lebih paham soal telaga Ngipik,” jawaban Sdr. M. Fauzi tersebut di anggap oleh Kapolsek berbelit – belit sehingga membuat kesal Kapolsek “Kamu tidak usah berbelit – belit nanti tak bawa ke polda biar di periksa di sana, jika nanti kamu saya cari tidak ada saya tembak kamu..!!!” Begitu ancaman Kapolsek kepada Sdr. M.Fauzi.

Interogasi ini berlangsung selama 3 jam tanpa istirahat makan dan minum padahal kondisi Sdr. M. Fauzi sedang tidak sehat. Bahkan ketika Sdr. M. Fauzi meminta waktu untuk makan karena sudah merasa lapar Kapolsek tetap saja tidak mengijinkan meski M. Fauzi sudah memberitahu bahwa dirinya juga punya penyakit jantung.

Setelah interogasi Sdr. M. Fauzi dianggap cukup, Kapolsek meminta istri M. Fauzi Sdr. Suntirah untuk masuk ke ruangannya untuk gantian di interogasi dengan materi pertanyaan yang sama dengan Sdr. M. Fauzi.

Karena memang merasa tidak tahu Suntirah pun memberi jawaban yang sama seperti jawaban suaminya M. Fauzi. Interogasi Sdr. Suntirah pun tidak berbeda dengan suaminya penuh dengan tekanan dan ancaman dari Kapolsek. Dan akhirnya Interogasi ini berakhir sekiranya jam 20.00 wib. Kemudian M. Fauzi dan Suntirah diantar pulang kembali ke rumah oleh anggota menggunakan mobil sedan Patroli Polsek Kota.

Karena tekanan mental yang begitu kuat saat interogasi dan kondisi badan yang belum sehat benar membuat sakit jantung lemah M. Fauzi kembali kambuh dan M. Fauzi harus beristirahat total di rumah. Akhirnya pada tanggal 1 Juni 2020 setelah kondisi kesehatannya mulai membaik, M. Fauzi dan istri sepakat untuk menghubungi pengacara guna meminta keadilan atas kasus yang mereka alami.

Saat ini kasus sudah di laporkan ke Sie propam Polres Gresik oleh Sdr. M. Fauzi dan istri di dampingi oleh pengacaranya. Dalam laporannya Kapolsek Kota Gresik dianggap telah melanggar :
– pasal 28 G ayat (1) UUD 1945 yang berbunyi : “setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya. Serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.

– Pasal 17 ayat (1) Perkap Kapolri no. 6 tahun 2019 tentang tindak pidana bhw pemanggilan dilakukan secara tertulis dengan menerbitkan surat panggilan atas dasar laporan polisi (LP) dan surat perintah penyidikan.

– Pasal 3 huruf f peraturan pemerintah nomer 2 tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri (PP 2/2003) jo. Pasal 10 huruf a Peraturan Kapolri nomer nomer 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Republik Indonesia (Perkap KEPP) mengeluarkan pernyataan yang ber tendensi menjadikan seseorang sebagai tersangka dapat menimbulkan pelanggaran terhadap hak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. Sebab terhadap orang yang akan di jadikan tersangka tersebut dapat di kenakan upaya paksa sehingga menimbulkan ancaman ketakutan..”

M. Fauzi berharap kasus pelanggaran kode etik oleh anggota Kepolisian seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari agar Citra Polri tidak makin tercoreng dan kedepan. Polri bisa bekerja makin baik lagi seperti motto Polri PROMOTER : Profesional, Modern dan Terpercaya. (Fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *