Malam 1 Suro, Turonggo Jati Saputro Gelar Ritual Mencuci Gamelan.

Surabaya, JA-Pos News – Sebiasa mana menjadi tradisi, yang tak akan pernah terlupakan. Tradisi yang dibawa nenek moyang jawa sampai saat ini. Dimana para penerus dari generasi ke generasi, melaksanakan tradisi jamasan atau mensucikan pusaka yang berupa gong atau gamelan.

Sebagaimana wekasan para nenek moyang terdahulu, dimana gamelan itu bertuah (berpenghuni para leluhur), yang selayaknya dijaga, agar kekuatannya tidak luntur atau hilang dan menjadi benda yang tidak berguna.

Konon katanya, gamelan atau benda yang bertuah itu adanya juga karena perantara para sesepuh sebelum kita. Kata Lutfi sebagai pimpinan jaranan Campursari (Turonggo Jati Saputro) tepatnya di jalan sambisari gang 2 no 39 surabaya pada hari Rabu (19/08).

Setelah ritual atau upacara, yang menyajikan sesajen dan juga semerbak harum wewangian yang khas dari harum minyak dan kemenyan hingga upacara ritual selesai.

Jamasan gamelan pun berlanjut ke seni tarian dan nanyian.

Dari pantauan, ada juga para penari-penari yang kerasukan roh leluhur.

Lutfi berharap, terus berkarya dan selalulah menjadi yang terbaik, jagalah dan cintailah kesenian indonesia ini, khususnya kesenian jawa, janganlah luntur karna pulau jawa ini ada karena kesenian-kesenian juga. (Indra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *