Polres Gresik Gelar Perss Release Ungkap Kasus Penipuan Berkedok Penyidik Tipikor Polda Jatim

Gresik, JA-Pos – News,Ditengah Covid-19 masih ada saja pelaku yang bermodus. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, S.H., S.I.K., M.M mengungkap kasus penipuan yang berkedok mengatasnamakan anggota Penyidik Tipikor Polda Jatim dan Advokat serta mengaku anggota KPK dalam dua kali melakukan aksinya. Senin (19/10/2020).

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, S.H., S.I.K., M.M di dampinggi Kasat Reskrim AKP Bayu Febriyanto Prayoga, SH., SIK., M.I.K bersama Kasubag Humas AKP Bambang Angkasa, Kanit Pidan Ekonomi IPDA Daniel dan Polsek Cerme gelar Perss Release di halaman Mako Polres Gresik Jalan. Basuki Rahmad No.22 Kecamatan. Gresik, Kabupaten. Gresik Jawa Timur.

Awalnya sekitar Bulan September 2020 sekitar 13.00 Wib H.Vicky Andreanto Alias H.Mohammad Iliyas SH.MH mendatangi korban Khoirul Anam sambil menerangkan dan mengaku berprofesi sebagai Penyidik Tipikor Polda Jatim dan Anggota KPK.

Maksud dan tujuan menemui korban Khoirul Anam mendapatkan perintah dari pemerintah Pusat untuk memberikan program Bantuan di Sekolah MI berupa Dana Hibah Nasional dengan total anggaran sebesar Rp.350.000.000,- apabila korban Khoirul Anam bersedia dibantu maka pihak sekolahan harus mengeluarkan uang sebesar Rp.5.750.000 (lima juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

“Modus dari tersangka untuk pengurusan Pajak dan pencairan dana Hibah tersebut dan untuk meyakinkan korban Khoirul saat itu pelaku memakai Masker bertuliskan Tipikor serta menunjukkan Borgol,” papar Kapores Gresik AKBP Arief.

Setelah itu, pada hari Selasa tanggal 6 Oktober 2020 sekitar pukul 16.00 Wib Tepatnya di Ds.Betiting Kec. Cerme Kab.Gresik pelaku H.Vicky Andreanto Alias H.Mohammad Iliyas SH.MH mendatangi korban Khoirul Anam lagi sambil menunjukkan sebuah Koper yang berisikan uang.

Tersangka menerangkan bahwa uang tersebut milik Sekolah MI lain yang sudah melakukan pembayaran pengurusan dan pajak untuk mencairkan dana hibah, karena percaya kemudian korban Khoirul Anam memberikan uang sebesar Rp.5.750.000,- (Lima juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) kepada pelaku.

Korban dijanjikan oleh pelaku bahwa uang dana hibah akan segera dicairkan paling lambat tanggal 9 Oktober 2020 -, namun setelah jatuh tempo tanggal 9 Oktober 2020 pelaku menghilang sudah tidak bisa dihubungi lagi karena merasa dirugikan korban melaporkan kejadian tersebut ka Polsek Cerme.

Akhirnya, anggota Unit Reskrim Polsek Cerme berhasil membekuk tersangka di Perumahan (PPS) Pondok Permata Suci Kecamatan. Manyar Kabupaten. Gresik. Polres Gresik mengamankan barang bukti yaitu (1) lembar kuwatansi, Empat lembar E KTP yang berbeda Nama, (1) buah senjata api mainan jenis pistol, (1)buah rompi bertulisan KPK, (5) buah Masker yang bertulis Tipikor, (4) buah Pin Tipikor dan Lencana Advokat berserta barang bukti lainnya.

Atas perbuatan tersangka dipersangkakan yaitu Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 Tahun penjara. Barang siapa dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri / orang lain dengan melawan hak/hukum dengan memakai nama palsu/ keadaan palsu dengan.

“Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto berharap kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam aksi-aksi penipuan yang mengatasnamakan aparat Kepolisian baik dari KPK dan Tipikor Mabes Polri dll. waspadalah dalam aksi penipuan tersebut,” tegasnya. (Fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *