Budidaya Kangkung Hidroponik Warga Rw 04 Pradah Permai

Surabaya,JA-Pos News,-Kangkung yang cukup umum dimakan adalah kangkung darat dan kangkung air. Kedua jenis kangkung tersebut mempunyai rasa dan gizi yang tidak jauh berbeda. Tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran ini merupakan tanaman yang memiliki kemampuan tumbuh dalam waktu cepat dan serempak. Hanya dalam waktu 4–6 minggu setelah benih disemai, kangkung sudah bisa dipanen dan dinikmati. Kecepatan produksi tanaman kangkung yang membuat harganya menjadi terjangkau oleh semua kalangan. Keunggulan tersebut juga bisa dijadikan peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Kangkung hidroponik mempunyai kualitas hasil yang cenderung lebih baik dari pada tanaman yang ditanam secara konvensional atau menggunakan media tanah. Hal tersebut karena dipengaruhi dari perlakuan yang diberikan, mulai dari pembibitan, perawatan hingga masa panen. Sabtu 24/10/2020

Beberapa bahan yang akan digunakan juga sebatas benih dan pupuk. Untuk lebih jelasnya, berikut bahan dan alat yang perlu Anda siapkan sebelum memulai budidaya kangkung hidroponik di rumah. Bahan-bahan yang diperlukan: (1).Benih kangkung bisa dibeli di toko pertanian, (2).Pupuk hidroponik seperti AB Mix hidroponik sayur yang juga bisa di beli di toko-toko pertanian.

Hajar Sulistyono selaku lurah pradah memaparkan, bahwa warga rw 04 yang bertempat di pradah permai pagi ini menikmati hasil budidaya kangkung hidroponik pertama kali, dan hasil tersebut masih di komsumsi untuk warga sendiri. Dan untuk hasil panen selanjutnya bisa di jual untuk tambahan budi daya biar tambah berkembang.

Sedangkan alat-alat yang diperlukan: (1).Besek plastik yang tampak seperti saringan (ada lubang-lubang kecil di keseluruhan sisi dan permukaan) dengan ukuran cukup besar, (2).Baskom dengan diameter seperti besek plastik agar nantinya besek tidak mengapung di atas baskom/wadah lain yang bersih dengan diameter yang dapat menampung besek tanpa bergeser banyak.

Sebetulnya ada dua cara menanam kangkung hidroponik, yakni dengan .teknik semai benih atau teknik tanam langsung. Entah itu di dalam baskom, dengan paralon, dengan botol bekas, atau dengan metode bercocok tanam di lahan luas menggunakan bedengan tanah, semuanya bisa dengan teknik tersebut dan hasil yang diperoleh juga tidak berbeda.

Letakkan besek di atas baskom, ingat diameter besek yang digunakan haruslah sedikit besar. Tuangkan air hingga menyentuh dasar besek, gunakan air dengan kriteria mendekati PPM 0, seperti air sumur dan air buangan AC. Taburkan benih secara merata di dalam besek, bila lubang-lubang pada besek lebih besar dibandingkan benih, bisa dengan menambahkan tisu pada dasar besek. Tempatkan pada area yang teduh sampai berkecambah dan kemudian bisa dijemur dibawah sinar matahari. Tambahnya, hajar Sulistyono

Agus selaku rw 04 mengatakan, hal pertama yang harus dilakukan ketika menanam kangkung menggunakan sistem hidroponik adalah memilih bibit kangkung yang berkualitas. pemilihan bibit yang berkualitas akan sangat berpengaruh pada hasil panen budidaya kangkung nantinya. Sebenarnya bukanlah hal yang sulit untuk membeli bibit kangkung, bisa mencarinya di toko pertanian atau juga bisa membelinya secara online. Yudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *