Rapat Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) Di Kelurahan Pradah

Gresik, JA-Pos News,-Dalam rangka menumbuhkembangkan prakarsa dan partisipasi serta swadaya gotong royong masyarakat dalam pembangunan di Kelurahan (kelurahan pradah kalikendal) perlu dibentuk Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM). Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) merupakan mitra Pemerintahan yang diperlukan keberadaan masyarakat dan pembangunan partisipatif di Kelurahan.

Tujuan pembinaan KPM adalah untuk memastikan mobilisasi KPM di seluruh kelurahan berjalan dengan baik, dan kinerja KPM dapat optimal sesuai dengan tugas dan perannya. Langkah-langkah yang perlu dilakukan pemerintah agar pembinaan KPM berjalan baik meliputi: Penentuan tugas KPM dalam pelaksanaan integrasi pencegahan dan penurunan stunting di tingkat kelurahan. Pengidentifikasian ketersediaan sumber daya dan operasional pembiayaan KPM. Pengembangan sistem insentif berbasis peningkatan kinerja KPM. Pensinergian kinerja KPM dengan Dinas Layanan (OPD) terkait upaya pencegahan dan penurunan stunting.

Senin (21/12/2020). Rapat kordinasi peran serta kader pemberdayaan masarakat ( KPM) di hadiri lurah, babinsah, kasih kesra dan kader sekecamatan dukuh pakis. Rapat dipimpin langsung oleh hajar selaku lurah pradah kalikendal. Secara lebih spesifik, KPM memfasilitasi pelaksanaan integrasi pencegahan dan penurunan stunting di tingkat kelurahan. KPM berasal dari masyarakat sendiri seperti kader Posyandu, guru PAUD, dan kader lainnya yang ada di 4 kelurahan dengan arahan arahan yang tegas dan jelas.

Hajar sulistyono S. Sos. Msi selaku lurah pradah memaparkan, mengapa Perlu KPM, upaya Pemberdayaan Masyarakat sendiri digerakan yang bercirikan “Dari, Oleh, dan Untuk Masyarakat” (DOUM). Dari : Dalam masyarakat sendiri digerakan berbagai kegiatan yang di butuhkannya. Oleh : Masyarakat sendiri pengelolaan kegiatan-kegiatannya. Untuk : Memenuhi kebutuhan masyarakat sendiri dan sekitarnya. Jelasnya

Masih hajar, maka gerakan dari, Oleh dan Untuk Masyarakat akan terjadi jika dalam masyarakat itu sendiri ada warga/kelurahan yang tahu, mau dan mampu berperan sebagai penggerak pemberdayaan masyarakat. Salah satu penggerak adalah kader kader yang memproses pemecahan masalah atau pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan mendayagunakan potensi dan sumberdaya yang tersedia. Kader inilah yang akan memfasilitasi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, pengendalian, penilaian, dan pelestarian program/kegiatan pemberdayaan masyarakat. Lanjutnya

Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) adalah salah satu pemeran (Penggerak) proses manajemen partisipatif pemberdayaan masyarakat pada tingkat Desa/Kelurahan sebagaimana Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2001 pelaksanaan tugas. Fungsi dan peranannya akan bersamaan dengan para pemeran lain, seperti Perbekel/Lurah, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) atau lembaga kemasyarakatan lainnya, Tokoh/pemuka masyarakat dan lain-lain. Masih hajar

Hubungan kerja KPM dengan Kepala Lurah, Lembaga Kemasyarakatan, Kader Teknis, dan Kelompok Masyarakat bersifat koordinatif dan konsultatif. Hubungan kerja dimaksud meliputi, KPM dengan Lurah, yaitu memberikan bantuan teknis dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dan pembanguna partisipatif. KPM dengan Lembaga Kemasyarakatan, yaitu membantu atau bersama-sama memproses seluruh kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan partisipatif. Tegasnya

KPM dengan KPM lainnya, yaitu kerja sama yang saling mendukung secara intregatif dan sinergis dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan partisipatif. KPM dengan Kader Teknis, yaitu sinkronasi, integrasi, dan harmonisasi kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan partisipatif. KPM dengan Kelompok Masyarakat, yaitu memberikan pendampingan (Fasilitasi) dalam kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan partisipatif. Tambahnya

Rapat kader pemberdayaan masyarakat bersama 4 kelurahan kecamatan dukuh pakis berjalan lancar dan gak ada kendala suatu apapun, tetap mengikuti protokol karena masih dalam suasana covid-19 dan wajib pake masker jaga jarak cuci tangan sebelum masuk ruangan. (Yudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *