Debit Kali Lamong Meluap Lagi 6 Desa di Kec.Balongpanggang – Gresik Banjir.

Gresik,JA-Pos News,-Menjelang akhir bulan Desember 2020, Bencana banjir melanda kecamatan Balongpanggang kabupaten Gresik propinsi Jawa timur sudah, dan ini sudah terhitung 3(tiga) kali ini terjadi akibat luapan kali lamong yang melintas diwilayah tersebut.

(27/12/2020)Minggu dini hari sekitar jam 23.30 wib, Air luapan kali lamong memasuki pemukiman warga dengan ketinggian air yang berbeda-beda berikut informasi dari Muspika Balongpanggang kepada media.

1.Desa Ngampel
Tinggi genangan : 30 cm
Rumah terendam : 15 rumah
Areah persawahan : 5 Ha
Jalan poros desa : 100 m
Jalan lingkungan : 600 m

2. Desa Dapet
Tinggi genangan : 30 cm
Rumah terendam : 25 rumah
Areah persawahan : 30 Ha
Jalan poros desa : 600 m
Jalan lingkungan : 400 m

3 Desa Sekarputih
Tinggi genangan : 80 cm
Rumah terendam : 140 rumah
Areah persawahan : 25 Ha
Jalan poros desa : 400 m
Jalan lingkungan : 1000 m

4. Desa Wotansari
Tinggi genangan : 80 cm
Rumah terendam : 230 rumah
Areah persawahan : 30 Ha
Jalan poros desa : 900 M
Jalan lingkungan : 2 km.

5. Desa Banjar Agung
Tinggi genangan : 80 cm
Rumah terendam : 425 rumah
Areah : 25 Ha
Jalan poros desa : 600 M
Jalan lingkungan : 800 m

6. Desa Pucung
Tinggi genangan : 80 cm
Rumah terendam : 400 rumah
Areah persawahan : 25 Ha
Jalan poros desa : 600 M
Jalan lingkungan : 2 km

7. Desa Karang Semanding
Tinggi genangan : 80 cm
Rumah terendam : 125 rumah
Areah persawahan : 25 Ha
Jalan poros desa : 600 M
Jalan lingkungan : 800 m

Data tersebut dihimpun pukul 23.30 wib.

Camat Trenggono (Camat Balongpanggang) dikonfirmasi terkait kerugian materi akibta banjir menjelaskan ” Yang pertama tentu terjadi kerukan jalan lingkungan disetiap desa, kedua areal pertanian diperkirakan mengalami gagal panen.”terangnya

“Untuk kerugian materi perumahan warga belum bisa diperkirakan, dan tentu kami terus pantau perkembangan debit air serta akan terus kita laporkan ke atasan.”tambahnya

Lebih lanjut, Camat Trenggono mengatakan bahwa upaya muspika sekarang terus memantau perkembangan banjir ini dan kita selalu koordinasi dengan stekolder dan kepada pak bupati. (Iw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *