Warga Desa Lundo Terdampak Banjir Kali Lamong Tidak Tersentuh BPBD Gresik

Gresik, JA-Pos NewsSangat sedih mendengarnya, warga desa Lundo kecamatan Benjeng kabupaten Gresik terhitung 2 kali di terjang banjir luapan kali lamong tidak ada perhatian atau tersentuh keterlibatan peran dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daearah) Kabupaten Gresik selaku instansi yang menangani tanggap bencana alam di wilayah kabupaten Gresik.  

Dua kali bencana banjir yang menerjang desa Lundo di akhir tahun 2020, masyarakat terdampak banjir luapan kali lamong belum tersentuh sama sekali bantuan maupun penanganan tanggap bencana dari BPBD, ungkap Kades Lundo Nanang sucipto kepada awak media Kamis (7/1).

Diterangkan oleh Kades Lundo, banjir akibat intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu sungai kali lamong di Mojokerto dan Lamongan serta wilayah Gresik khususnya Benjeng  yang menerjang di wilayah kecamatan Benjeng  yang pertama terendam adalah di desa Lundo sebelum desa lainnya. 

Ditambahkannya, banjir pertama merendam 454 rumah, area persawahan 180 ha dan fasilitas umum seperti jalan poros desa, jalan lingkungan, kantor desa, kantor dusun, polindes, mushola dan masjid.

Banjir kedua  lebih parah atau lebih besar dari pada banjir pertama di akhir tahun kemarin (tahun 2020) kembali menerjang 480 rumah, persawahan dan fasum.

Selain desa Lundo, lanjut dia desa-desa di wilayah selatan kecamatan Benjeng yang terletak di pinggir DAS (Daerah Aliran Sungai) kali Lamong, yang terdampak banjir tidak tersentuh bantuan dari BPBD.

Instansi seperti BPBD terlihat tidak responsif dan kepedulian terhadap adanya  bencana banjir luapan kali lamong seperti yang menerjang desa Lundo. Saya tidak habis pikir, tandas Nanang sucipto.(NH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *