Berkas Pencurian BBM diserahterimakan dari Mabes Polri dan Kejagung ke Kejari Tuban

Tuban, JA-Pos News – Tim Polisi Air dan Udara (Polairud) Mabes Polri berhasil menggagalkan upaya tindak pencurian bahan bakar minyak (BBM) di Fuel Terminal (FT) Tuban.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (14/3) sekitar pukul 01.00 WIB.

”Tim Polairud Mabes Polri mengikuti gerak-gerik kegiatan para tersangka selama kurang-lebih 2 bulan, dan akhirnya dapat dilakukan OTT. Dengan upaya ini, dapat dihentikan tindak kejahatan tersebut.”

Kini pada hari Senin tanggal 26 April 2021 pukul 15.00 Wib bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Tuban telah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dari Penyidik Mabes Polri kepada Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Tuban.

Adapun para terdakwa adalah MT(39) dan I (45).

Dengan kronologi sebagai berikut, “bahwa terdakwa MT bersama dengan terdakwa I, J(DPO), M(DPO), S(DPO), H(DPO), dan K(DPO) pada hari Minggu tanggal 14 Maret 2021 sekira pukul 01.00 Wib bertempat di wilayah perairan Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa timur, tepatnya di Pipa Selang Laut Pertamina Tuban, SPM (Single Poin Mooring) 150, pada titik koordinat 06’42’709 LS-111’6’465’BT telah melakukan pengambilan minyak dari hose atau selang SPM Pertamina tuban dengan cara mengangkat selang SPM Nomor 150 ke atas kapal MT. Putra Harapan yang dinahkodai oleh terdakwa I, dan mengaitkan selang single point Mooring (SPM) 150 ke Dewi-dewi (Bahasa di kapal red) yang berada di bagian lambung kiri diatas deck kapal, setelah selang terangkat dan sudah berada diatas deck kapal, kemudian H dan M bertugas sebagai pembuka tutup hose atau selang tersebut dari SPM Pertamina Tuban Nomor 150 tersebut, selanjutnya S bertugas sebagai memasangkan tutup selang dari Kapal MT. Putra Harapan ke selang SPM Pertamina, setelah selang sudah tersambung, kemudian J bertugas menyambungkan ke selang spiral Kapal MT. Putra Harapan, dan membuka kran pada ujung selang dari SPM agar minyak dapat dialirkan kedalam tangki Kapal MT. Putra Harapan kurang lebih sebanyak 13 KL.”

Selanjutnya, datang saksi Dulhadi bersama dengan saksi Sukisworo (personil Kapal Patroli Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri) melakukan pemeriksan dan penangkapan di SPM 150 milik Pertamina, tetapi M(DPO), S(DPO), H(DPO), dan K(DPO) berhasil melarikan diri dengan menggunakan kapal milik H(DPO) dan J(DPO) langsung terjun ke laut dan tidak ditemukan.

Tindakan yang dilakukan oleh para terdakwa tersebut tanpa seijin dan sepengetahuan dari Pihak Pertamina Tuban maupun dari PT. Hub Maritim Indonesia selaku penyewa Kapal MT. Putra Harapan melainkan atas insiatif sendiri melalui kesepakatan antara para pelaku.

Atas perbuatannya para terdakwa diancam pidana Kesatu pasal 53 Jo Pasal 23 Undang – Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah pada pasal 53 Jo Pasal 23A ayat (1) Undang – Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana. Atau Kedua Pasal 363 Ayat (1) Ke-4 KUHPidana.

Dan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Tuban Nomor : Sprint-456/M.5.33.3/Eku.2/04/2021, tanggal 26 April 2021 para terdakwa dilakukan penahanan oleh Penuntut Umum dan terdakwa didampingi oleh penasehat hukum Moh. Muzayin,S.H, M.Hum.(Fik/Win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *