Jeritan Hati Mantan Istri AH Direktur CV. Anjangsana Utama dan Kedua Putrinya

124 views

Gresik, JA-Pos – News, Disini Umi Kulsum/Bunda Shofi sebagai seorang ibu bersama kedua putrinya Nabila Agatha (19) dan Adelia Refa (17) ingin menggungah hati seluruh pembaca untuk turut mendoakan dan berikan dukungan moril, supaya proses dari kemelut masalah yang di hadapi segera selesai hingga mendapatkan keadilan sebenar-benarnya.

Kehidupan seperti ini menjadi pembelajaran buat para orang tua, ketika bercerai tidak lepas dari tanggung jawab terhadap kewajiban pada anak-anaknya, memang ada mantan istri, tapi tidak akan ada yang namanya mantan anak.

Sebenarnya kami bertiga malu masalah keluarga ini di publikasikan, “Tapi jika kami tidak berani mengungkap masalah yang kami alami, menggugat AH direktur CV. Anjangsana Utama atas ketidak adilan, penipuan, pengelapan dan memberi keterangan palsunya juga tanpa beban, tega melepas tanggung jawabnya terhadap biaya dan kewajiban pada anak-anak kami, maka akan banyak wanita dan anak-anak yang terlantarkan oleh perbuatan ke dholiman di negri ini.” papar Bunda Sofi.

“Karna jujur, banyak sekali peristiwa yang di alami kasus seperti yang kami alami ini, tapi takut dan malu untuk mencari keadilan dan melaporkan ke polisi,” ibuhnya, Rabu (7/7/2021).

Di benak para korban setelah saya tanya, mereka takut gak punya uang dan pastinya kalah. Karna mantan suami yang memegang keuangan semuanya.

Nah, disinilah yang menggugah hati kami bertiga (Umi Kulsum, Nabila, Adelia) untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa kita tidak perlu takut menghadapi siapapun, ketika kita benar, meskipun orang tersebut banyak uangnya dan karna di hati kecil kami yakin kebenaran pasti di tunjukkan oleh Allah SWT. Sehingga hak dari anak-anak tidak bisa di pungkiri adalah tanggung jawab dari seorang ayah,” kata Bunda Sofi.

Umi Kulsum/Bunda Sofi dan Kedua Anaknya Sisi Kanan Nabila, Sisi Kiri Adelia Memberikan Suport di Hadapan Awak Media
Umi Kulsum/Bunda Sofi dan Kedua Anaknya Sisi Kanan Nabila, Sisi Kiri Adelia Memberikan Suport Kapada Mama. di Hadapan Awak Media

Semoga ketika papa saya membaca curhatan hati dari kami nanti, “Papa bisa intropeksi diri dan dibukakan pintu hati oleh Allah SWT. Dan segera memberikan hak anak dan hak mama sesuai keputusan di pengadilan tinggi. Janganlah papa menguasai hak yang bukan miliknya karna itu tidak akan berkah.” pungkas anak dari HA.

Kami sebagai anak sangat hormat dan patuh sama orang tua selama ini, namun disini papa kami sudah keterlaluan, tidak memperbolehkan kami masuk ke rumah, mempersulit kami minta (KK) Kartu Keluarga untuk kepentingan sekolah, bahkan tidak pernah membiayai kami sekolah.

Sehingga menempati rumah kami bersama istri barunya dan memindahkan jendela rumah kami ke rumah istri barunya, sedikitpun tidak memperdulikan perasaan kami, kenapa dengan papa? Bukankah istri papa VD sudah di bangunkan rumah dan kenapa masih mau menguasai semua, masak rumah tinggal kami juga akan di kuasai.? tanya kedua putrinya sambil menundukkan kepala hingga meneteskan air mata.

Untuk makan dan sekolah kami berdua papa sudah tidak pernah perduli, karna di anggap papa itu sudah tanggung jawab kami sendiri mencari nafkah, itu kata papa saat kami tidak di ijinkan masuk kerumah.

“Kami bangga terhadap mama, meski mama keluar hanya dengan baju dibadan saja tanpa berbekal apapun dari rumah dan semua harta di kuasai papa. Mama selalu meyakinkan kami bahwa semua akan baik-baik saja, mama berjuang untuk biaya kehidupan dan biaya sekolah kami tanpa kenal lelah dan putus asa,” ucap putri dari AH sambil mengheningkan air mata

Mama orang yang hebat, wonder women, super women di mata kami, ungkap kedua putri AH dari direktur CV. Anjangsana Utama, memberikan support dihadapan awak media.

“Perjuangannya mama hebat tak kenal lelah, pemberani dalam membela hak anak-anaknya dan berjuang demi bertahan hidup kami, dan kami sebagai putrinya akan saling mensupport supaya mama terus menjadi inspirasi contoh dari seorang wanita tangguh, hebat dan bertanggung jawab terhadap keluarga, apapun yang di lakukan mama hanya demi anak-anaknya.” beber dari putri AH.

Semoga tidak ada lagi wanita dan anak dari perceraian yang takut untuk memperjuangkan haknya. “Dengan jeritan hati kami disini semoga semua pembaca memberikan doa dan dukungan terhadap perjuangan kami mencari keadilan dan kebenaran di negri ini.” ujar Bunda Sofi

Kami ingin menunjukkan bahwa uang bukan segala-galanya untuk memenangkan kasus perkara ini, tidak benar semua bisa di beli dengan uang. Kami yakin masih ada keadilan dan kebenaran yang di tegakkan di negri ini.

“Dan kami akan berjuang sampai kemanapun jika belum mendapatkan keadilan, Karna target kami bukan uang, tapi ingin menegakkan Marwah perempuan dan hak anak yang terdholimi oleh seorang lelaki yang tidak tau malu dan bertanggung jawab,” cetus Umi Kulsum/Bunda Shofi. Bersambung…

(Fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *