Polres Gresik Gelar Pers Release Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2021, Ungkap 25 Tersangka 23 Kasus

464 views

Gresik, JA-Pos – News, Penguna Narkoba merusak generasi anak bangsa. Polres Gresik dan Polsek jajaran ungkap Ops Tumpas Narkoba Semeru 2021. Bertempat di lapangan Mapolres Gresik, Jalan DR. Wahidin Sudiro Husodo No.214 Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Senin (20/9/2021).

Tak sia – sia hasil kinerja Sat Narkoba Polres Gresik sejak tanggal 1 hingga 12 September 2021 berhasil mengamankan 25 tersangka dengan jumlah 23 kasus dan barang bukti Narkoba jenis sabu – sabu sejumlah 22,04 gram berserta obat terlarang dobel LL sebanyak 60 butir.

Kali ini,  Pers Release Ops Tumpas Narkoba Semeru 2021dipimpin Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Aziz, SH., SIK., MSi. didampingi Kasat Narkoba Irwan Tjatur Prambudi, SH, MH. bersama PJU Polres Gresik.

“Selama pelaksanaan Operasi Tumpas Narkoba Semeru tahun 2021 di wilayah Hukum Polres Gresik dengan target dari Polda Jatim sebanyak 5 Kasus, dimana Polres Gresik dalam pelaksanaannya berhasil ungkap kasus sebanyak 23 kasus dan 25 orang tersangka juga barang bukti Shabu sebanyak 22.04 Gram serta Pil Double L sebanyak 60 butir,” ungkap AKBP Moch Nur Azis.

Dengan hasil ungkap kasus tersebut, maka Polres Gresik dapat menambah 18 kasus dari yang ditargetkan oleh Polda Jatim sebanyak 5 kasus.

Masih Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis menambahkan, adapun dari 25 orang tersangka kami jerat atau kenakan ancaman hukuman antara lain sebagai berikut :

Sebanyak 20 orang tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 Jo Pasal 112 ayat 1 UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan minimal 4 tahun sampai dengan maksimal 20 tahun atau denda paling sedikit Rp 1.000.000.000 (satu milyar rupiah) dan paling banyak Rp.10.000.000.000 (sepuluh milyar rupiah).

Sebanyak 3 orang tersangka dijerat Pasal 132 Ayar 1 Jo Pasal 112 Ayat 1 Jo Pasal 127 Ayat 1 UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun, atau denda paling sedikit Rp. 800.000.000 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 8.000.000.000 (delapan milyar rupiah).

Sebanyak 1 orang tersangka dijerat Pasal 112 Ayat 1 UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun, denda paling sedikit Rp. 800.000.000 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 8.000.000.000 (delapan milyar rupiah).

Sebanyak 1 orang tersangka dijerat Pasal 196 UU RI No.36 tahun 2008 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman kurungan paling lama 10 tahun dan dengan paling banyak Rp. 1.000.000.000 (satu milyar rupiah) dan Pasal 197 UU RI No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Keberhasilan Polres Gresik dalam melakukan ungkap Kasus Narkoba selama ini berkat bantuan partisipasi masyarakat dan instansi terkait,” terang Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis.

Dalam kesempatan ini, kata Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis, saya himbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Gresik agar menghindari terkait penyalahgunaan Narkoba dan mari kita ciptakan Kabupaten Gresik Zero Narkoba. (Fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *