Diduga potong dana pembangunan fisik APBDes, Bendahara Desa Bunut Kec. Widang Kab. Tuban atas nama NAI di Jebloskan Tahanan.

585 views

Penyidik Tipikor Kejaksaan Negeri Tuban pada hari Rabu tanggal 10 November 2021, sekira pukul 14.30 wib telah menetapkan dan melakukan penahanan Rutan terhadap Tersangka NAI selaku bendahara desa Bunut dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan APBDes Desa Bunut Kec. Widang Kab. Tuban TA. 2016 sampai dengan TA. 2019.

Bahwa proses penetapan dan penahanan tersangka NAI dilakukan oleh tim Jaksa Penyidik setelah tim Penyidik melakukan pemeriksaan saksi-saksi secara marathon dan dari hasil pemeriksaan tersebut telah diperoleh alat bukti yang cukup serta adanya hasil audit perhitungan kerugian negara sehingga kuat dugaan bahwa bendahara desa Bunut atas nama NAI telah melakukan penyalahgunaan APBDes TA. 2016 sampai dengan TA. 2019.
Bahwa tersangka NAI selaku bendahara desa telah melakukan pemotongan dana atas pengerjaan fisik yang ada di Desa Bunut, dimana pada setiap anggaran yang diperuntukkan untuk pelaksanaan pengerjaan fisik di Desa Bunut TA. 2016 sd TA. 2019. Modus operandi yang dilakukan bendahara yaitu dengan cara melakukan pemotongan diawal pencairan sebesar 10% hingga 20% yang mana besaran potongan berbeda disetiap kegiatan dengan alasan uang tersebut akan digunakan untuk pembayaran pajak pembangunan fisik dalam rentang waktu tahun 2016 sampai dengan 2019.

Setelah tim auditor melakukan pemeriksaan terhadap pembayaran pajak yang telah disetor oleh bendahara Desa hingga terdapat selisih antara pajak yang harus dibayarkan dengan jumlah uang yang telah dipotong oleh tersangka NAI diawal pencairan dana untuk pelaksanaan kegiatan pembangunan fisik tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Tuban SUHENDRI, SH.MH. melalui Kasi Intelijen Windhu Sugiarto, SH.MH. menyampaikan bahwa benar tim Jaksa Penyidik telah melakukan penetapan dan penahanan tersangka atas nama NAI berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Negeri Tuban Nomor : Print-01/M.5.33.4/Fd.1/11/2021, tanggal 10 November 2021 dan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Tuban Nomor : Print-01/M.5.33.4/Fd.1/11/2021, tanggal 10 November 2021. Dan setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan swab antigen negatif maka tersangka NAI langsung dimasukan dalam Rumah Tahanan Negara LP Klas IIB Tuban dengan pertimbangan subyektif dan obyektif sebagaimana diatur dalam KUHAP.

Terhadap diri tersangka NAI diduga telah Melanggar Pertama Primair Pasal 2 ayat (1)Jo Pasal 18 Undang-undang No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 KUHP
Subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang – Undang No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 KUHP.

Atau Kedua Pasal 8 Jo Pasal 18 Undang – Undang No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 KUHP.

Atau Ketiga Pasal 12 huruf e Jo Pasal 18 Undang – Undang No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang – Undang No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. 64 KUHP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *