Rutan Kelas IIB Gresik Berikan Layanan Prima, KPR Zulfikar Menjawab ??

295 views

Gresik, JA-Pos – News, Rutan kelas IIB di Kabupaten Gresik patut acungkan jempol. Sebab, anggota Rutan Kelas IIB Gresik melakukan pelayanan prima bersih dari segala pungutan dan sedangkan para penghuni tahanan diberikan fasilitas dengan layak, Jumat (11/11/2021).

Tak jauh beda dengan Rumah Tahan (Rutan) di Jawa Timur. Rutan Kelas IIB di Gresik tempatnya di Jalan Banjarsari, Kecamatan Cerme sampai saat ini penghuni Rutan sebanyak 746 warga binaan. Selain itu, tiap blok penghuni kamar di fasilitasi kurang lebih 20 warga binaan.

Namun Rutan Kelas IIB di Gresik bisa menampung warga binaan dari Surabaya yang saat ini masih di renovasi. Rutan Kelas IIB Gresik tidak mudah menjadi tamping karena harus melewati sidang (TPP) Tim Pengamat Permasyarakatan.

Kepala Penjaga Rutan (KPR) Zulfikar Dyabir A.md. IP., SH., M.H Menunjukan Rekaman CCTV
Kepala Penjaga Rutan (KPR) Zulfikar Dyabir A.md. IP., SH., M.H Menunjukan Rekaman CCTV

Baru saja tersiar kabar yang viral di media online terkait dugaan pungli, menurut informasi tersebut awak media mengalih kebenaran terkait kabar berita online tersebut. Saat mengkonfirmasi melalui Kepala Penjaga Rutan (KPR) Zulfikar Dyabir A.md. IP., SH., M.H memberikan keteranggan dengan singkat, pada hari Kamis (10/11).

“Informasi yang di beritakan itu sebelum saya tugas di Gresik “mas” dan pemberitaan itu di sebutkan semenjak tahun 2010, saya di Gresik masih setahun ini.” jawab petugas Kepala Penjaga Rutan Zulfikar Dyabir.

Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Rutan Kelas IIB Gresik menyediakan 6 tempat karangtina yang terisi 20 warga binaan dan di tempat karangtina tidak ada di atas 50  warga binaan, informasi ini saat awak media mengklarifikasi melalui KPR Zulfikar Dyabir.

Masih lanjut, Kepala Penjaga Rutan (KPR) membeberkan bukti melalui CCTV dan papan isi kamar hunian, dengan nampak jelas setiap blok penghuni Rutan terisi 20 warga binaan dan yang paling sedikitnya 3 warga binaan. Bagi pihak keluarga tidak boleh membesuk di saat kondisi pandemi ini.

KPR Zulfikar pun menunjukan ruang tahanan wanita yang telah menyediakan Handphone guna komukasi dengan pihak keluarganya untuk antisipasi terdampaknya Covid-19 sementara tidak diperbolehkan tatap muka, tutup tim investigasi.

(Fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *