Terpidana Kabur, Melawan Petugas Dihadiahi Timah Panas

270 views

Gresik, JA-Pos News, Terpidana kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) beberapa hari lalu yang sempat kabur, kini diringkus kembali oleh anggota Polres Gresik, Senin (13/12). Yosep Bao Open alias Wilhelmus (38) merasakan kesakitan sebab di hadiahi timah panas bersarang di kedua betisnya.

Pengejaran terhadap Wilhelmus kurang lebih 10 hari dan tertangkap di wilayah Jalan Kaswari, Krembangan, Kota Surabaya sekitar pukul 02.00 Wib oleh tim gabungan Polri, TNI dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik.

Aksi dari terpidana kasus curanmor Wilhelmus setelah berhasil melarikan diri dan melukai petugas pada 2 Desember lalu. Hal tersebut yang membuat petugas sempat kesulitan melacak keberadaannya.

“Aksi melarikan diri tersebut murni inisiatif pribadi. Selama kabur sering berpindah – pindah. Dan sejauh ini belum ada indikasi keterlibatan orang lain dalam pelarian tahanan yang statusnya sudah terpidana,” jelas Kasi Intel Kejari Gresik Deni Niswansyah.

Terpidana yang divonis 20 bulan penjara itu melakukan berbagai cara. Di anataranya melintasi gorong-gorong hingga bersembunyi di rumah atau gedung kosong agar persembunyiannya tidak terdeteksi.

“Baru empat hari terakhir mulai ada titik terang. Ada indikasi akan pulang kampung ke NTT. Lewat Pelabuhan Tanjung Perak. Kami langsung berkoordinasi, dan setelah pemantauan tadi malam Wilhelmus berhasil diamankan,” imbuh Deni.

Wilhelmus merupakan terpidana curanmor berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat ditangkap, ia ditemukan di salah satu tempat kosong di kawasan jalan Kaswari, Krembangan, Surabaya. Masih dengan cara perlawanan.

Wilhelmus seorang residivis kasus curanmor di NTT tahun 2015 itu tetap berupaya kabur dan melawan petugas. Upayanya berakhir setelah kedua kakinya ditembus peluru. Ia langsung dikeler ke Rutan Mapolres Gresik untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Kasi Pidum Kejari Gresik Firdaus mengungkapkan, setelah tahanan tertangkap pihaknya akan segera melakukan eksekusi sesuai vonis PN Gresik. Yakni 20 bulan penjara. Selain itu akan menindaklanjuti dalam perkara lain terkait penganiayaan dan kekerasan terhadap salah satu anggota Kejaksaan saat kabur.

“Hasil visum petugas yang terluka sudah keluar. Dan kami sudah membuat laporan. Hal tersebut sudah ditindaklanjuti oleh Polsek Driyorejo. Kami akan terus berkoordinasi,” tutup Firdaus.

(Fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *