Pers Release Akhir Tahun 2021, Polres Gresik Tumpas Kasus Kejahatan

305 views

Gresik, JA-Pos News – Polres Gresik ungkap kasus tindak kejahatan di tahun 2021, Dari total 1.135 laporan kasus dan sebanyak 994 kasus yang di ungkap, hingga dengan jumlah 994 diselesaikan atau 83 persen, Meningkat 5 persen dibandingkan tahun kemaren. Tepat dihalaman Mako Polres Gresik Jalan DR. Wahidin Sudiro Husodo No.214, Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Gelar pers release, Kamis (30/12/2021).

Kapolres Gresik, AKBP Mochamad Nur Azis bersama Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Direktur Perlindungan danĀ  Pemberdayaan Kawasan eropa dan timur tengah (BP2MI)Hadi Wahyuningrum, Kepala UPT BP2MI Surabaya) Haappy Mei Ardeni, Kasi Pidum Kejari Gresik, Firdaus dan Fatkur Perwakilan dari Pengadilan Negeri Gresik memusnahkan barang bukti kejahatan seperti botol minuman keras, ganja, sabu hingga knalpot.

“Hasil evaluasi kriminal pada tahun 2021 laporan sebanyak 1.135 kasus dan terselesaikan sebanyak 994 kasus atau 83 persen. Meningkat 5 persen dibandingkan tahun kemarin,” terang Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis.

Masih kata Akpol 2002 menyampaikan hasil evaluasi kejadian laka lantas pada tahun 2021 sebanyak 641 kasus dibandingkan tahun 2020 sebanyak 643 kasus, mengalami penurunan jumlah kejadian yaitu sebanyak 2 kasus.

Jumlah korban luka pada tahun 2021 sebanyak 733, dibandingkan tahun 2020 sebanyak 773, saat ini mengalami penurunan sebanyak 40 korban luka. Sedangkan Jumlah korban meninggal dunia pada tahun 2021 senanyak 183 jiwa dibandingkan tahun 2020 sebanyak 144 jiwa, Mengalami kenaikan sebanyak 39 korban jiwa.

Keberhasilan ungkap kasus menonjol tahun 2021 yakni kasus pembunuhan yang terjadi pada bulan januari 2021, di Kecamatan Menganti. Polres Gresik telah berhasil menangkap 1 orang tersangka.

Selanjutnya, kasus berita Hoax atau palsu yang viral pada group Whatsapp dikalangan masyarakat gresik terkait meninggalnya danramil Kebomas Gresik setelah disuntik Vaksin Covid-19, terjadi pada bulan januari 2021 di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Polres Gresik telah menangkap 1 orang tersangka.

Ditambah, Kasus Bulliying / Persekusi terhadap siswi pelajar dengan cara mengeroyok korban secara bersama-sama yang viral dimedia sosial yang terjadi pada bulan januari 2021 di KecamatanGresik. Polres gresik berhasil menangkap 4 orang tersangka.

Lebih lanjut, kasus pengerusakan secara bersama-sama yang viral dimedia sosial yang dilakukan oleh sekelompok orang dari perguruan silat yang terjadi pada bulan November 2021 di Kecamatan Balongpanggang dan
Polres gresik telah berhasil menangkap 3 orang tersangka.

Kasus peredaran pupuk tidak berlaber dan tidak memenuhi standard SNI, yang terjadi pada bulan november 2021 di Kecamatam Sidayu dengan barang bukti sebanyak 12 ton pupuk. Polres gresik telah berhasil menetapkan 1 orang tersangka.

Untuk kasus tindak Pidana Perdagangan orang dengan modus pelati tidak memiliki ijin yang sah menampung 7 orang korban selama 7 bulan, dijanjikan kerja sebagai tenaga kerja imigran dengan meminta bayaran sebesar 16 juta rupiah yang terjadi di bukan desember tahun 2021 di Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik. Polres gresik berhasil mengkap 1 orang tersangka dan saat ini masih dalam proses penyidikan.

“Keberhasilan satresnorkoba polres Gresik perbukan Oktober s/d Desember 2021 berhasil menangkap 27 tersangka dengan jumlah kasus 21 kasus dan berhasil mengamankan barang bukti shabu sebanyak 15.94 Gram,” terang Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis.

“Selama tahun 2021 Satmabta Polres Gresik dapat paguh tipiring dengan jumlah 1.531 kasus keseluruhan pemusnahan barang bukti miras 1.667 botol.” tutup Alumni Akpol 2002. (Fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *