Pemilik Warung Yang Digusur Sri Wahyuni Laporkan Ke Polda Jatim, Ada Apa Ya.???

530 views

Surabaya, JA-Pos News – Buntut dari warungnya di jalan Bibis Bunder Tambak Kemerakan Kecamatan Krian Sidoarjo, yang digusur pada 12 Agustus 2021 lalu, Sri Wahyuni melaporkan ke Polda Jawa Timur atas pengrusakan.

Sri Wahyuni yang didampingi anaknya dan Achmad Anugrah selaku ketua LSM GARAD Indonesia, mendatangi Mapolda Jawa Timur guna melakukan upaya hukum lanjutan. Rabu (02/02/2022).

Sri Wahyuni, setelah keluar dari ruang SPKT Polda Jatim, mengatakan dihadapan wartawan, bahwa dirinya mengaku sudah putus asa atas peristiwa penggusuran yang dilakukan oleh Pemkab Sidoarjo melalui Muspika.

“Gara gara warung saya digusur, kami sampai saat ini tidak ada pendapatan dan ke dua anak saya sampai putus sekolah.” Ujar Sri yang tampak meneteskan air mata.

Masih lanjut Sri Wahyuni, “Sampai dilakukannya penggusuran, kami tidak diberi realisasi apapun. Padahal kami punya surat-surat antara lain surat gambar ukur, surat Ipeda dan surat Petok D, ini tadi saya sudah bawa bukti dan sudah saya jelaskan semua kepada penyidik.” Ungkapnya.

Sedangkan Achmad Anugrah, yang tampak turut mengawal saat diwawancarai mengatakan, bahwa dirinya sangat bersyukur dan mengapresiasi kinerja Polisi Polda Jatim.

“Pertama saya hanya mengawal sesuai tupoksi saya, yang kedua, saya sangat bersyukur atas hal ini, karena Polisi sudah berkerja secara profesional sehingga dapat dimunculkan Surat Laporan (LP).” Ujar yang akrab dipanggil Achmad Garad ini.

Masih Garad, saat ditanya langkah selanjutan. Dirinya mengaku akan terus berupaya mengawal persoalan ini hingga tuntas.

“Ia pastinya, saya tidak akan lepas, karena kami menilai, bahwa hal ini sudah tidak dibenarkan, apalagi dampak dari penggusuran itu bukan hanya soal kerugian materi, tapi juga inmateri dimana sampai ada anak bangsa yang putus sekolah, dan hal ini negara wajib hadir.” Pungkas Garad

Selanjutnya Garad membeberkan, saya akan membuat pengaduan lanjutan, karena menurutnya, korban dari penggusuran tersebut ada sepuluh warung/lapak.

Seperti diketahui, laporan Sri Wahyuni telah diberikan surat tanda bukti lapor dengan nomor : TBL/B/65.01/II/2022/SPKT/POLDA JAWA TIMUR, dengan nama terlapor Achmad Fauzi selaku Camat Krian Dkk, dimana dengan dugaan tindak pidana melakukan pengerusakan secara bersama- sama sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 KUHP. (Ark/Fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *