Tragis, Saksikan Ibu di Palu Perampok

Kediri, JA-Pos News – Binti Nafiah (38) menjadi korban keganasan perampok. Pedagang kelontong di Jl. Angsa Rt.02 Rw.02 Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri ini meregang nyawanya setelah dipukul palu.

Menurut Abdul Kholik (43) suaminya, peristiwa pembunuhan berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, istrinya tengah tertidur di dalam kios. Toko tersebut berada dalam satu bangunan rumah, berada di depan, sebelah kanan ruang tamu.

Tiba-tiba ada seorang pria masuk ke kios. Pelaku membawa sebuah palu. Kehadiran pelaku membuat korban terkejut.

Pelaku langsung memukulnya menggunakan palu. Senjata pelaku tepat mengenai punggung korban hingga terkapar.

Pemukulan tersebut sempat disaksikan oleh anak korban SM, kelas dua Madrasah Ibtidaiyah (MI). Tetapi SM langsung diancam pelaku.

“Anak saya yang kedua melihat peristiwa itu. Tetapi dia diancam. Dia disuruh tidur. Tetapi anak saya pura pura tidur dan melihat pelaku,” ujar Abdul Kholik di rumahnya, Sabtu (9/6//2018).

Setelah menghabisi korban, pelaku sempat mengambil beberapa barang dagangan. Diantaranya adalah rokok. Setelah itu, pelaku kabur melalui jalan semula di belakang rumah korban.

Usai pelaku pergi, SM menghampiri ibunya. SM menyangka sang ibu masih hidup. SM berusaha membangunkan. Tetapi korban ternyata sudah meninggal dunia. Dari mulut dan hidung korban keluar darah.

Seketika, SM berlari menuju ke rumah pamannya yang berada di belakang rumahnya. Dia langsung memberitahu bahwa ibunya meninggal dunia dibunuh oleh seorang pencuri. Kejadian ini pun langsung dilaporkan ke Polsek Pare.

Anggota polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan olah TKP. Petugas menemukan sebuah dompet di halaman belakang rumah korban. Diduga barang tersebut milik korban yang dibawa pelaku.

Bripka Yani, Kasie Humas Polsek Pare membenarkan kejadian ini. Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Untuk mengetahui penyebab kematian korban, jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Kediri untuk dioutopsi.

“Kami masih menyelidikinya. Beberapa orang kita mintai keterangan,” ujar Bripka Yani.

 Sumber : beritajatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *