Keroyok Sopir Taxi Blue Bird di Stasiun Pasar Turi, Dua Pelaku Diamankan Polsek Bubutan

Surabaya, JA-Pos News –Guna bisa mencapai target sebagai sopir taxi, Yudie Musniarto (50) warga Sidotopo Kulon Surabaya, saat mencari penumpang di Stasiun Pasar Turi, Hari Jumat 22 Juni 2018 sekitar pukul 19.30 WIB malah bernasib sial. Dia dikeroyok orang tidak dikenal.

Kapolsek Bubutan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hariyanto Rantesalu, menjelaskan bahwa kasus pengeroyokan dialami Yudie. Ketika itu, korban akan mencari penumpang di dalam parkiran stasiun. Di itu memang disediakan tempat untuk taxi blue bird berkapasitas 15 unit taxi.

“Ketika dia (Yudie) melihat situasi di dalam, terdapat 2 unit taxi blue bird belum mendapat penumpang,” kata AKP Harianto Kapolsek Bubutan, kepada wartawan, Senin (2/7/2018).

Melihat hanya dua taxi, Yudie memilih masuk tempat parkir untuk menunggu penumpang. Di saat korban keluar mobil, tiba-tiba dihampiri seorang pria tidak dikenal.

Ternyata orang tidak dikenal itu mengatakan kepada korban, kalau dirinya (Yudie) dilarang mencari penumpang di dalam stasiun. Mendapatkan tegoran itu, korbanpun masuk taxi dan meninggalkan tempat parkir.

Namun saat akan meninggalkan area stasiun, datang lagi tiga orang tidak dikenal disana. Waktu korban akan menyalakan taxinya, salah satu dari ketiga orang tiga dikenal ini menarik kedua tangan Yodie untuk menyuruh keluar taxi.

Setelah keluar dari tempat duduknya, korban dipukul menggunakan tangan kosong mengenai mata kiri. Adanya keributan ini datang teman korban bernama Harianto untuk melerai.

“Usai kejadian pengeroyokan itu, korban datang ke kantor kami (Polsek Bubutan) untuk melapor,” jelaskan alumnus AKPOL 2006.

Atas adanya laporan itu, Perwira pertama tingkat tiga ini menyuruh anggota Satreskrim yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Rudi Sulistiawan untuk segera menindak lanjut atas perkara tersebut.

“Besoknya anggota berhasil mengamankan pelaku pengeroyok korban dan langsung digelandang ke maposek untuk dimintai keterangan,” terang Hariyanto.

Dua pelaku pengeroyok itu terdiri dari Darmanto (41) warga Tambak Asri Malu 43a dan Muhammad Hasan (44) warga Dupak Magersari IV Surabaya.

Hasil pemeriksaan, polisi baru mengetahui kalau kedua pelaku yang diamankan tersebut, profesi kesehariannya juga sama seperti korban yakni sopir taxi. Sedangkan untuk motif pengeroyokan itu sendiri Darmanto dan Hasan lantaran dendam sama korban.

“Karena masuk ke area pakir stasiun Pasar Turi langsung cari penumpang, tidak menunggu giliran. Padahal kita sudah berjam-jam menunggu belum dapat penumpang,” aku Hasan.

sumber : beritajatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *