210 peserta Semarakkan Surabaya Cros Culture Festival 2018 Yang digelar Pemkot Surabaya

Surabaya, JA-Pos News – Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival 2018 kembali digelar Pemkot Surabaya. Ada 210 peserta yang terdiri 10 negara asing dan 3 kota di Indonesia turut berpartisipasi dalam gelaran tahunan ini.

Berbeda dengan tahun lalu, rute festival yang memasuki tahun ke-14 ini dimulai dari Jalan Tunjungan dan delegasi para peserta diberangkatkan langsung Wali Kota Tri Rismaharini sebelum naik ratusan becak hias usai performance.

Para peserta yang tampil disambut meriah warga yang sudah lama menanti di sepanjang Jalan Tunjungan. Setelah tampil mereka langsung ke Balai Kota dengan menaiki ratusan becak.

“Cross culture untuk menarik para wisman ke Surabaya, kakau makin banyak lagi akan semakin bagus dan akan menjadi kota wisata,” kata Risma di Balai Kota Surabaya, Minggu (15/7/2018).

Beragam tarian khas masing masing negara dan kota ditampilkan para delegasi peserta serta mendapat sambutan meriah dari warga yang mengabadikan dengan handphone. Beberapa diantaranya mengajak berswafoto.

Meski mengaku persiapan Pemkot Surabaya jauh lebih baik, namun Risma tetap akan meningkatkan persiapannya untuk menarik lebih banyak wisatawan luar negeri datang.

“Tahun ini prepare lebih siap, mudah mudahan tahun depan lebih siap lagi dan memang tujuannya untuk menarik wisman,” kata Risma.

10 negara yang mengikuti acara tahunan ini adalah Cina, Korea Selatan, Polandia, Mexico, Rumania, Russia, Bulgaria, Jerman, New Zealand, dan Uzbekistan. Sedangkan tamu dalam negeri berasal dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Kota Singkawang, dan Kota Banjarmasin.

“Tamu spesial berasal dari Uzbekistan karena pesertanya anak-anak yang berhasil menjuarai seni budaya tingkat dunia,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Antiek Sugiharti.

Antiek berharap melalui acara ini Surabaya ingin menunjukkan kepada kota maupun negara lain bahwa Kota Pahlawan dapat dijadikan sebagai daya tarik pariwisata melalui pertunjukan seni.

“Tidak hanya itu, melalui acara ini, pertumbuhan ekonomi juga meningkat,” pungkas mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini.

Sumber : detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *