Bocah Blitar Ditemukan Tewas, Main di Selokan Saat Hujan

19 views

Blitar, JA-Pos News – Seorang bocah berusia enam tahun ditemukan tewas di sungai salah satu desa di Blitar. Korban bernama Ahmad Ragil Febriono ini, terakhir diketahui bermain di selokan depan rumahnya di Desa Boro.

Korban yang awalnya dilaporkan hilang, ditemukan dalam kondisi tak tak bernyawa di sungai Desa Ngreco, Kecamatan Selorejo, yang jaraknya sekitar 1 Km dari selokan rumahnya.

Dari keterangan kakak korban, Notri Wahyuni (16) kepada polisi, dia bersama adiknya bermain di kolam kecil belakang rumahnya. Selasa (13/11) siang, di wilayah Blitar terjadi hujan intensitas tinggi sedang mengguyur.

“Lalu adiknya ini bilang ke kakaknya mau melihat selokan depan rumah mereka. Katanya airnya penuh. Sama kakaknya diizinkan,” kata Kapolsek Selorejo AKP Sudarto dikonfirmasi detikcom, Rabu (14/11/2018).

Tak berapa lama kemudian, sang kakak memanggil adiknya untuk diajak makan. Menurut pengakuan sang kakak, saat itu adiknya masih menjawab “yo (iya)”.

“Dipanggil lagi tidak datang-datang, akhirnya kakaknya menyusul ke depan. Ternyata adiknya tidak ada di sekitar selokan depan rumah mereka. Dicari di sekitar rumah dan tetangganya juga bilang tidak tau. Akhirnya keluarga melaporkan ke kami,” beber kapolsek.

Baru sekitar pukul 20.00 wib, petugas Polsek Selorejo menerima laporan dua petani menemukan jasad seorang bocah di sungai Desa Ngreco. Saat diidentifikasi, bocah itu benar jasad Ahmad Ragil Febriono.

“Kami datang ke lokasi penemuan bersama tim medis puskesmas. Hasil identifikasi, memang benar itu jasadnya korban yang dilaporkan hilang oleh keluarganya. Atas nama Ahmad Ragil Febriono berusia 6 tahun,” ungkapnya.

Korban lalu dievakuasi ke Puskesmas Selorejo untuk dilakukan visum luar. Dan hasilnya, penyebab korban tewas karena terjatuh di selokan dan hanyut terbawa arus selokan yang deras.

“Sebetulnya selokannya tidak lebar, dalamnya juga hanya satu meter. Tapi pas kejadian itu hujan deras. Jadi arus selokan sangat deras dan kuat,” jelasnya.

Karena menolak diautopsi, keluarnya membuat surat pernyataan bermaterei disaksikan pamong desa setempat. Jenasah korban rencananya baru dimakamkan pagi ini di TPU desa setempat.

Kapolsek Selorejo mengimbau agar warga lebih berhati-hati dan waspada menjaga anak mereka.

“Saya imbau orang tua lebih waspada menjaga anaknya. Tidak hanya musim hujan atau musim apa, anak harus tetap dipantau dalam pengawasan. Jangan sampai musibah seperti ini terulang,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

sumber : detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *