Pelaku Begal Payudara di Situbondo Terciduk Setelah Rantai Motor Putus

21 views

Situbondo, JA-Pos News– Usianya masih muda, tetapi kelakuannya sudah bikin geleng-geleng kepala. AR (15) nekat menjadi pelaku begal payudara di Jalan Raya Pantura Situbondo. Bahkan kabarnya aksi itu sudah dilakukan AR berulang kali.

Hingga akhirnya pada hari Senin (10/12) malam, nasib apes menimpa pelaku. Rantai sepeda motornya putus saat terlibat kejar-kejaran dengan seorang mahasiswi yang baru saja menjadi korbannya.

Lajunya pun terhenti. Warga di sekitar lokasi kejadian kemudian mengamankan pelaku yang diketahui warga Kecamatan Arjasa itu dan menyerahkannya kepada polisi.

“Pelaku sudah diamankan dan sekarang masih dalam pemeriksaan penyidik. Pelaku memang masih di bawah umur dan berstatus pelajar,” kata Kasubbag Humas Polres Situbondo, Iptu H Nanang Priyambodo kepada wartawan, Selasa (11/12/2018).

Dari informasi yang dihimpun wartawan, aksi begal payudara itu terjadi sekitar pukul 20.45 WIB. Saat itu, korban mengendarai sepeda motor bermaksud pulang ke rumahnya di Kecamatan Banyuputih. Mahasiswi berumur 21 tahun itu baru saja selesai kuliah di kampusnya di Situbondo.

Setibanya di jalan raya Desa Curah Kalak, Kecamatan Jangkar yang terbilang sepi, korban tiba-tiba dipepet oleh pelaku yang muncul dari belakang. Pelaku mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Jupiter Z.

Begitu posisinya sudah dekat, pelaku langsung memegang bagian dada korban sebelum akhirnya tancap gas.

Merasa dilecehkan, korban pun mengejar pelaku. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara korban dan pelaku hingga masuk ke jalan desa di Kecamatan Jangkar. Setibanya di jalan Desa Gadingan itulah rantai sepeda motornya mendadak putus. Seketika itu juga pelaku diamankan warga.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku sudah dua kali melakukan aksi pelecehan seksual di jalan raya. Tapi pengakuan ini masih terus kita dalami,” pungkas Nanang.

 

 

 

 

 

 

sumber : detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *