Turonggo Jati Saputro Memperingati HUT Ke-5 Dikemas Sangat Sederhana

186 views

Surabaya, JA-Pos News – Dipenghujung akhir tahun bertepatan dengan pergantian malam tahun baru 2022, kesenian budaya kuda lumping orang Jawa menyebutnya kuda kepang Turonggo Jati Saputro memperingati hari ulang tahun (HUT) Ke lima.

Dalam momentum ulang tahun kali ini mengelar acara Doa bersama yang dikemas sangat sederhana bertempat di sanggar seni Turonggo Jati Saputro dijalan Sambi Sari gang 2, No 39, Kecamatan Sambi Kerep kota Surabaya (31/12) malam.

Acara tersebut merupakan agenda tahunan yang selalu diperingati. Sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT, juga sebagai warisan leluhur kesenian budaya kuda kepang bisa di terima dan di minati semua kalangan khususnya anak anak, dan usia muda.

Turonggo Jati Saputro juga mempunyai Sanggar seni sebagai tempat mengembangkan bakat dan minat untuk melestarikan kesenian budaya Jawa.
Guna untuk nguri-uri kesenian warisan budaya leluhur agar tidak punah.

“Kami berharap kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan dijauhkan dari segala bahaya, musibah dan bencana lainnya. khususnya kepada seluruh crew anggota serta masyarakat umumnya,”. harap Djuliadi Selaku Penasehat kesenian kuda lumping Turonggo Jati Saputro yang lebih akrab dipanggil Mbah Dul.

Menurutnya, acara ultah yang Ke lima tahun ini, merupakan tonggak sejarah yang baik untuk perjalanan pada tahun selanjutnya, karena kesenian kuda lumping merupakan budaya warisan leluhur.

“Dengan adanya acara Milad yang Ke lima tahun sebagai ajang tali silahturahmi, pihaknya berharap, kedepan dari anggota membawa kesenian kuda kepang semakin berkembang,” imbuhnya.

Lebih lanjut, walaupun kegiatan acara ini digelar sangat terbatas tetap tidak menyulutkan niat antusiasme anak muda dan warga disekitar tempatnya tetap mengikuti aturan dari pemerintah menggunakan protokol kesehatan.

“menjadi energi tersendiri bagi kami untuk terus menularkan bakat seninya kepada anak-anak muda dan anak-anak,” pungkas Mbah Dul.

Sementara itu, M.Lutfi Rahman selaku ketua pengurus sanggar Turonggo Jati Saputro pihaknya sangat mendukung kegiatan satu- satunya sanggar yang ada di wilayahnya.

Masih lanjut menurutnya, dukungan orangtua terhadap anak-anak mereka untuk berlatih Seni tari kuda kepang menjadi hal yang membanggakan dilingkungan sekitar. jelasnya Lutfi kepada awak media ini.

“Saya optimistis dengan melihat semangat para anggotanya untuk berlatih. Saya juga melakukan pembinaan mental spiritual agar tumbuh dijiwanya memiliki sikap sopan santun terhadap sesama,” jelasnya.

“Untuk melestarikan kebudayaan yang adi luhung ini adalah tanggung-jawab kita semua sebagai generasi penerus supaya tidak punah,” tutupnya.

Masih diitempat yang sama, M.Lutfi Rahman menambahkan, dengan perayaan ultah yang ke-5 sanggar seninya dapat mendidik anak-anak sebagai generasi kita ciptakan cikal bakal penerus agar bisa melestarikan seni budaya kuda kepangnya.Imbuhnya. (Ark)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.